6 Makanan dan Minuman yang Merusak Kulit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum alkohol/wine/mabuk. Shutterstock.com

    Ilustrasi minum alkohol/wine/mabuk. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyantap kue, susu beserta produk olahannya, dan segala sesuatu yang manis memang nikmat di lidah. Tapi apakah Anda mengetahui ada makanan atau minuman tertentu yang mungkin termasuk favorit Anda, dapat berdampak negatif pada kulit.

    Agar Lipstik Bertahan di Bibir

    Untuk mengetahui apakah makanan favorit Anda buruk untuk kulit, berikut ini enam daftar makanan berdasarkan peringkat atau urutan dari yang sebaiknya dihindari sampai yang dihilangkan sama sekali:

    6. Sodium dan garam
    Menurut ahli kecantikan holistik Paula Simpson, mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung garam dapat membuat kulit menjadi kering dan mengelupas. Ini karena natrium menyerap kelembapan. Hindari makanan seperti kecap, daging, keju, sup instan, dan makanan siap saji. Paula menekankan pentingnya terhidrasi untuk menghindari kulit menjadi kering.

    5. Gandum
    Menurut ahli kecantikan Joanna Vargas, gandum sulit dicerna dan dapat menyebabkan jerawat. Selalu periksa label makanan jika Anda memiliki kepekaan terhadap gandum. Sebab, gandum cenderung digunakan dalam makanan jenis lain.

    4. Produk olahan susu
    “Mengkonsumsi susu dapat memperburuk kesehatan kulit, terutama yang rawan berjerwat,” kata ahli kecantikan Paula Simpson. Produk olahan susu yang terdapat dalam makanan seperti susu, keju, yoghurt, dan es krim dapat merangsang produk minyak dan reaksi pro-inflamasi, juga mungkin menyebabkan aktivitas hormonal terganggu.

    Jika Anda menyukai susu, dermatolog Hadley King menyarankan agar mengkonsumsi susu bebas lemak, yang tidak memicu jerawat pada kulit. Meski begitu, masih ada perdebatan dalam beberapa hasil penelitan, jadi jika takut susu dapat menyebabkan jerawat, mulainya menghindarinya.

    3. Makanan olahan
    Ahli gizi Nancy Steely mengatakan, makanan olahan cenderung memiliki banyak zat aditif dan pengawet. "Selain itu, banyak potensi bahan yang mendorong timbulnya peradangan,” katanya. Ketika peradangan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, kulit akan terlihat bengkak, merah, dan noda bermunculan.

    2. Gula atau makanan tinggi glikemik
    Menurut ahli gizi Nancy Steely, ketika gula mengikat protein dan lemak dalam tubuh, akan menciptakan molekul penuaan pada kulit. Molekul-molekul ini berdampak pada kolagen sehingga membentuk kerutan dan mempengaruhi warna kulit.

    Ahli kecantikan holistik Paula Simpson lebih lanjut menjelaskan kadar gula darah tinggi yang konsisten menyebabkan fluktuasi hormon yang dapat merangsang kelenjar minyak berlebih, serta memicu jerawat bermunculan.
    Jadi jika Anda ingin menghindari jerawat dan penuaan dini, dermatolog Elzabeth Tanzi menyarankan untuk menghindari makanan seperti kue, bagel, permen, sereal manis, dan saus tomat. Serta batasi penggunaan gula dalam jus.

    1. Alkohol
    Minuman beralkohol berdampak paling buruk bagi kulit, selain minuman yang mengandung gula. Ahli gizi Nancy Steely menjelaskan alkohol tidak hanya menyebabkan dehidrasi, tapi juga menyerap banyak aktioksidan dalam tubuh. Artinya jumlah antioksidan tidak akan mencukupi untuk menangkal radikal bebas yang dapat merusak kolagen kulit dan menimbulkan keriput.

    JIka Anda menderita rosacea, dermatolog Hadley King mengatakan alkohol adalah pemicu yang paling umum kambuhnya roaseca. Jangan lupa untuk tetap terhidrasi dengan minum banyak air setelah menngkonsumsi cocktail.

    BUSTLE | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Cokelat, Enak dan Menyehatkan Kulit
    Suasana Hati Mudah Berubah, Cek Dulu Penyebabnya
    Daftar Peralatan dan Bumbu Dapur untuk Membuat Semur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?