Suasana Hati Mudah Berubah, Cek Dulu Penyebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menahan amarah. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menahan amarah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Suasana hati berubah-ubah itu alamiah. Yang menjadi masalah adalah bila suasana hati terus berubah sepanjang waktu. Terkadang gembira, lalu tiba-tiba sedih, murung, dan ceria lagi.

    Jalan saja yang benar

    Mungkin saja orang yang merasakan perubahan suasana hati itu juga tak tahu kenapa kondisinya mendadak berganti-ganti. Berikut ini beberapa penjalasan kenapa seseorang menjadi moody dan cara mengatasinya:

    1. Pengaruh hormon
    Kebanyakan wanita mengalami suasana hati naik turun selama masa menstruasi dan penyebabnya adalah hormon. Satu minggu sebelum waktu menstruasi, kadar hormon progesteron naik dan pada satu waktu turun secara tiba-tiba. Kurangi peningkatan dan penurunan kadar hormon secara drastic ini dengan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung Omega-3.

    2. Kecanduan kafein
    Tak diragukan lagi, secangkir kopi bisa memperbaiki suasana hati tapi juga membuat kita kecanduan. Ketika sudah mulai ketergantungan, maka kita gampang sakit kepala dan suasana hati berubah menjadi murung bila belum minum kopi. Sebaiknya jangan minum kopi lebih dari dua cangkir sehari.

    3. Pengaruh diet
    Otak membutuhkan glukosa agar bisa berfungsi normal. Bila kadar gula dalam darah rendah, kita akan lesu, gampang marah, dan sulit fokus. Jadi, tak perlu takut untuk sering menyantap makanan dalam jumlah sedikit untuk menjaga ketersediaan energi.

    4. Pola makan
    Makanan favorit kita juga bisa menjadi penyebab suasana hati yang tak tepat. Makanan yang mengandung banyak lemak bisa meningkatkan risiko depresi. Makanan cepat saji atau junk food mempengaruhi secara negatif koneksi antara sel-sel otak dan membuat kita bete.

    5. Karena tiroid
    Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang membantu tubuh mengontrol metabolisme. Dalam kondisi yang disebut hipotiroidisme, kita akan mengalami kekurangan hormon tiroid sehingga membuat tubuh cepat lelah, lesu, dan depresi. Gejala lain dari kondisi ini adalah berat badan turun, mudah terserang flu, kulit kering dan pucat, sembelit, serta kuku dan rambut pecah-pecah.

    INDIATIMES | PIPIT

    Berita lainnya:
    Gula, Dicinta, Dibenci, dan Dipenuhi Mitos
    Ketika 'Wishlist' Jadi Bumerang, Berhati-hatilah!
    Trik Margot Robbie Pakai Foundation dengan Sikat Gigi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.