Rambut Rontok sampai Botak, Apa Saja Penyebabnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Rambut rontok. dailymail.co.uk

    Ilustrasi Rambut rontok. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Rambut rontok menjadi persoalan yang sering terjadi pada siapa saja, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Jika kerontokan rambut tak kunjung reda sampai rambut semakin jarang, Anda perlu mengetahui penyebabnya.

    Chemistry Hubungan

    Bila dibiarkan, masalah ini bisa memicu kebotakan. Berikut ini beberapa penyebab utama kerontokan rambut:

    1. Keturunan
    Apabila orang tua memiliki riwayat kebotakan, bisa jadi Anda akan mengalaminya. Terjadi penipisan rambut pada sepertiga area bagian depan atau belakang poni.

    2. Stres
    Bisa terjadi karena faktor emosional atau stres fisik misalnya trauma setelah operasi, persalinan, penurunan berat badan secara drastis atau flu yang mengganggu siklus hidup rambut dan memicu kerontokan.

    3. Radikal bebas
    Radikal bebas adalah zat beracun yang dapat mempercepat penuaan dini. Umumnya radikal bebas berasal dari polusi dan asap beracun. Akibatnya kulit menjadi keriput, munculnya bintik hitam pada wajah dan rambut mudah rontok.

    4. Kurang protein
    Asupan makanan sehari-hari mempengaruhi pertumbuhan rambut. Karena itu, sebaiknya konsumsi makanan yang kaya protein seperti daging merah dan telur.

    5. Makanan
    Makanan pedas dan berminyak memicu munculnya berbagai penyakit. Salah satunya kulit kepala akan kelebihan minyak, dan mengakibatkan rambut menjadi rontok atau berketombe.

    6. Kurang darah
    Kekurangan zat besi atau kurang sel darah merah memicu kerontokan rambut.

    7. Hormon
    Hormon akan berubah setelah Anda mengonsumsi pil KB atau mengalami menopause, akibatnya rambut pun rontok akibat folikel rambut menyempit.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    4 Penyebab Utama Perceraian
    5 Ciri Pasangan Abusif, Segeralah Akhiri Hubungan
    Jangan Pernah Korbankan 4 Hal Penting demi Si Dia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.