Pelajaran Berharga dari Memelihara Binatang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor kucing dengan cukuran bulu seperti dinosaurus di Tainan, Taiwanm, 19 Juni 2016. Sebagian orang menganggap tren cukuran bulu hewan peliharaan ini merupakan sesuatu yang unik dan beda. REUTERS/Tyrone Siu

    Seekor kucing dengan cukuran bulu seperti dinosaurus di Tainan, Taiwanm, 19 Juni 2016. Sebagian orang menganggap tren cukuran bulu hewan peliharaan ini merupakan sesuatu yang unik dan beda. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COJakarta - Memiliki hewan kesayangan memang menyenangkan. Banyak kenangan manis dilewati bersama binatang peliharaan.

    Buang rasa bersalah

    Psikolog pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Evita Adnan, mengatakan banyak efek positif dari memiliki hewan peliharaan. Di antaranya menanamkan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk Tuhan, menumbuhkan tanggung jawab, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta mengembangkan intelektual anak-anak.

    "Hewan peliharaan bisa menjadi stimulan yang bagus," ujar Evita. Lewat hewan peliharaan, dia menambahkan, anak bisa diajari pentingnya tanggung jawab dan kemauan untuk berbagi. Selain itu, bisa menjadi tema diskusi dengan orang tua, bahkan dapat dijadikan bahan eksplorasi tentang makhluk hidup, seperti mengapa ada kucing berbulu polos, sedangkan yang lain bertutul-tutul.

    Diskusi bisa dikembangkan ke tema yang luas, seperti apa itu hewan mamalia. "Pokoknya bisa menjadi bahan obrolan yang menyenangkan bagi orang tua dan anak-anak," ucapnya. Tapi dia agak menyayangkan orang tua yang menghadiahkan hewan peliharaan untuk anaknya tapi tak ikut mengambil peran dalam pemeliharaannya. Padahal, "Hewan itu cuma media," dia melanjutkan.

    Dalam berinteraksi dengan hewan peliharaan, kata Evita, seorang anak sangat memerlukan bimbingan orang tua. Anak berusia satu setengah hingga dua tahun, misalnya, sudah bisa diajak memelihara binatang. Namun dia harus didampingi ayah-ibunya karena faktor keamanan.

    Dalam kesempatan semacam itu, ajak si anak berkomunikasi bagaimana memperlakukan hewan secara semestinya. Lebih-lebih ketika flu burung sedang mewabah seperti saat ini, jelaskan apa bahayanya memelihara unggas. Namun bukan berarti tidak ada jenis hewan lain yang mungkin dipelihara. Sebab, sejauh ini belum ada hasil penelitian yang membuktikan kucing, anjing, kelinci, atau ikan menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

    Tentu Anda harus berhati-hati sebelum memutuskan memilih jenis hewan peliharaan. Apalagi kalau Anda baru saja menimang bayi. Ingat, hewan juga punya rasa cemburu. Karena itu, awasi dan jauhkan ia dari bayi yang baru lahir di rumah Anda. Lalu berusahalah memberi perhatian dan kasih sayang yang sama besarnya seperti ketika bayi Anda belum lahir.

    Satu hal lagi, sebelum menentukan pilihan, pertimbangkan juga biaya perawatannya. Bila perlu, lakukan penelitian kecil sebelum memutuskan hewan apa yang cocok dengan bujet dan gaya hidup keluarga Anda.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Tip Atasi Takut Serangga pada Anak
    Memahami Lebih Jauh tentang Alergi Kucing
    Hari Kucing Sedunia, Ini Tip Memelihara Kucing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.