2 Desainer Indonesia Pamerkan Koleksi di Vienna Fashion Week

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model membawakan pakaian rancangan desainer Lulu Lutfi Labibi pada pembukaan Art Jog 8 di halaman Taman Budaya Yogyakarta, 6 Juni 2015. ANTARA/Regina Safri

    Seorang model membawakan pakaian rancangan desainer Lulu Lutfi Labibi pada pembukaan Art Jog 8 di halaman Taman Budaya Yogyakarta, 6 Juni 2015. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.COJakarta - Desainer Indonesia, Handy Hartono, dari Jakarta dan Lulu Lutfi Labibi asal Yogyakarta menjadi perancang pertama dari Tanah Air yang berpartisipasi dalam The 8th Annual Museum Quartier Vienna Fashion Week (MQVFW) pada 12-19 September 2016.

    Indikator jorok

    Museum Quartier Vienna Fashion Week (MQVFW) merupakan acara tahunan yang dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung dari kalangan desainer, pengamat, dan pencinta fashion, serta pelaku industri mode dan busana, baik dari Austria maupun negara-negara di sekitarnya.

    Staf Fungsi Informasi dan Diplomasi Publik Kedutaan Besar RI untuk Austria, Wina Retnosari, mengatakan sekitar 80 desainer dari Austria dan internasional dijadwalkan turut ambil bagian dalam MQVFW tahun ini. Handy dan Lulu adalah dua desainer Indonesia yang terpilih untuk mengikuti MQVFW. Masing-masing akan menampilkan sekitar 20 tampilan (look) untuk koleksi musim semi dan musim panas 2017 di Museum Quartier, Wina.

    Desain Handy mengkombinasikan penggunaan teknik shibori dan tenun ikat dengan pemilihan kualitas bahan yang dia buat sendiri untuk menghasilkan desain ready-to-wear yang unik. Sedangkan Lulu, yang saat ini masuk barisan desainer yang paling dicari di Indonesia, membawakan corak lurik ke panggung internasional.

    Untuk MQVFW, Handy menampilkan koleksinya yang mengangkat judul "The Story of Blue" menggunakan material batik, shibori warna alam, dan tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur.

    Sedangkan Lulu menampilkan koleksi "Tanah Airku" yang sangat khas menggunakan bahan lurik dan batik. Kombinasi lurik, batik, dan, ikat dengan teknik lilit (draping) menciptakan keunikan tersendiri tapi tetap nyaman dipakai sehari-hari.

    Duta Besar RI untuk Austria, Rachmat Budiman, menyatakan ini pertama kalinya desainer Indonesia tampil dalam acara Museum Quartier Vienna Fashion Week untuk menampilkan kesan "Indonesia" yang kuat dan mencuri perhatian komunitas mode di sana. 

    Koleksi Handy dan Lulu dinilai tidak hanya menggambarkan kemajuan yang dicapai industri mode dan fashion Indonesia, tapi juga mampu merefleksikan kekayaan seni-budaya sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Indonesia kepada publik luas di Austria, khususnya kalangan pelaku industri mode dan fashion. Selain peragaan busana, agenda kegiatan MQVFW meliputi pameran produk industri mode dan fashion serta business-to-business meeting.  

    ANTARA

    Baca juga:
    Asap Dapur Picu Kanker Nesofaring
    Bentuk Personal Brand Lewat Media SosialKorban Serangan Asam Tampil Percaya Diri di NYFW 2016


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.