Anak Banyak Makan tapi Tak Juga Berisi, Apa yang Salah?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan junk food. impactlab.net

    Ilustrasi anak makan junk food. impactlab.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Biasanya orang tua memberikan makanan dalam porsi yang cukup agar anak tumbuh dengan baik dan mencapai berat badan yang ideal. Namun yang kerap terlupakan adalah kandungan gizi makanan. Akibatnya, tidak jarang anak memiliki berat badan di bawah normal.

    Waspada obat kedaluwarsa

    Untuk mengatasinya, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi junk food. Tawarkan makanan yang bernutrisi kepada anak dan padukan makanan yang memiliki nutrisi rendah dan tinggi. Selain itu, siapkan makanan yang mengandung kalori tinggi dan rendah lemak. Misalnya, dengan menambahkan mentega atau keju pada sayuran dan daging anak.

    Tidak hanya itu, Anda perlu membuat jadwal khusus untuk mengkonsumsi snack. Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, anak akan makan tepat pada waktunya. Beri anak asupan air atau susu ketika makan berat dan hindari jus karena bisa menimbulkan rasa kenyang.

    Selain persiapan makanan, lingkungan tempat makan menjadi penunjang agar anak mau mengkonsumsi makanan yang lebih bernutrisi. Cobalah untuk makan bersama dalam satu meja. Meskipun anak tidak mau makan, biarkan anak tetap duduk bersama supaya ia terdorong untuk mencoba makanan yang berada di piringnya. Jangan lupa untuk mengurangi penggunaan alat elektronik ketika sedang makan, seperti dilansir laman Parents.

    Terakhir, agar anak lebih bersemangat makan, ajak anak melakukan kegiatan fisik. Berbagai kegiatan fisik juga bisa memperkuat tulang, membangun otot, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan kekuatan otak.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Kebiasaan yang Bikin Rambut Berminyak
    6 Sinyal Temanmu Menyebalkan, Saatnya Meninggalkan Dia
    Jangan Pernah Merasa Bersalah untuk 10 Hal Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.