Kamis, 19 Juli 2018

7 Profil Kesehatan yang Sering Ditutupi Pasien dari Dokter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suami istri konsultasi ke dokter. huffpost.com

    Ilustrasi suami istri konsultasi ke dokter. huffpost.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pasien yang tidak berkata jujur kepada dokter mengenai kondisi fisik dan kesehatannya. Pasien tersebut tidak terbuka mengungkapkan pola makan sampai kebiasaan buruknya.

    Menurut Dr. Kristine Arthur dari Orange Coast Memorial Medical Center di Fountain Valley, California, Amerika Serikat, pasien memiliki alasan sendiri untuk tidak berkata jujur. Ia tak ingin rahasianya terbongkar atau mempermalukan diri sendiri. Berikut tujuh hal yang sering tidak diungkapkan pasien ketika berkonsultasi ke dokter.

    1. Pola makan
    Biasanya kebohongan soal makanan diungkapkan oleh pasien diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas. Hasil tes laboratorium sudah menunjukkan ada yang tak normal pada mereka menyangkut asupan makanan, tapi mereka tetap menyembunyikan faktanya.

    2. Konsumsi alkohol
    Tak perlu dokter, para perawat pun sudah bisa menduga berapa gelas alkohol yang dikonsumsi seorang pasien dalam seminggu. Hasil tes sudah menunjukkan kondisi liver yang abnormal tapi si pasien masih juga berbohong.

    3. Gejala penyakit
    Biasanya dilakukan oleh pasien kanker. Mereka berbohong dan menutupi gejala penyakit yang diderita sehingga dokter sulit untuk mengambil langkah lanjutan perawatan.

    4. Pengobatan
    Banyak pasien mengaku rajin meminum obat yang telah diberikan dokter. Tapi setelah ditanya lebih lanjut, mereka mengaku suka lupa meminum obat di malam hari atau belum membeli obat tersebut. Alhasil, dokter terpaksa memeriksa dari awal lagi dan proses penyembuhan pun tertunda.

    5. Seks bebas
    Kebohongan ini biasanya dikatakan oleh pasien dengan penyakit kelamin atau wanita yang hamil tanpa diharapkan.

    6. Obat terlarang
    Dr. Philip Werthman, direktur Center for Male Reproductive Medicine and Vasectomy Reversal di Los Angeles, Amerika Serikat, memiliki pengalaman dengan seorang pria yang menyangkal telah menjalani terapi testosteron, padahal terapi itu bisa mengurangi kesuburan. Kebohongan serupa juga sering disampaikan para pengguna narkoba.

    7. Bedah plastik
    Banyak juga pasien yang menutupi fakta bahwa mereka pernah menjalani bedah plastik. Padahal mengetahui kebenarannya sangat penting agar tidak ada efek samping terhadap obat atau komplikasi pascaoperasi.

    PREVENTION | PIPIT


    Artikel lain:
    Ladies, Ayo Olahraga Biar Tambah Cantik
    Pepaya, Merah Menggoda dan Banyak Gunanya
    6 Makanan yang Harus Dilupakan Setelah Usia 40 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.