Alasan Daging Tidak Perlu Dicuci Sebelum Dimasak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging sapi beku. livestrongcdn.com

    Ilustrasi daging sapi beku. livestrongcdn.com

    TEMPO.COJakarta - Biasanya Anda mencuci daging sebelum memasaknya. Tujuan utamanya memastikan daging itu bersih. Mulai sekarang, sebaiknya hentikan kebiasaan itu karena bisa menimbulkan terjadinya kontaminasi silang atau cross-contamination.

    Anda Adalah Lingerie Anda

    Ketika Anda mencuci daging, serangga yang terdapat pada daging akan terbang dan hinggap pada molekul air dalam ukuran yang sangat kecil sehingga Anda tidak bisa melihatnya. Serangga tersebut bisa juga hinggap di pakaian, bahkan mulut atau hidung Anda.

    Untuk itu, sebaiknya Anda tidak mencuci daging sebelum memasaknya. Sebab, sebenarnya bakteri tersebut akan mati dengan sendirinya ketika dimasak pada suhu yang tepat, yaitu 63 derajat Celsius. Setelah itu, tunggu tiga menit hingga daging lebih matang, barulah Anda dapat mengkonsumsinya.

    Selain itu, kebiasaan merendam daging di air tawar atau air garam tidak akan membuat daging lebih bersih, seperti dilansir laman Chowhound. Jika Anda tetap ingin melakukannya karena tidak ingin segera memasak daging, misalnya, masukkan daging yang sudah diberi air garam ke kulkas. Namun pastikan melakukannya hati-hati agar tidak terjadi kontaminasi silang ketika daging direndam.

    Kesimpulannya adalah jangan mencuci daging. Anda cukup mengeluarkan daging dari kemasan plastiknya dan mengeringkannya dengan handuk kertas sebelum dimasak. Segera cuci tangan dengan bersih setelah itu. 

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Hati-hati Racun Berbahaya pada Produk Tata Rias Mata
    Libur Panjang, Saatnya Ibu Nikmati Me Time, Mau Ngapain?
    Cara Baru Hilangkan Kerutan dengan Filler tanpa Injeksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.