Cara Baru Hilangkan Kerutan dengan Filler tanpa Injeksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Cathy Sharon ingat betul bagaimana dia merawat kecantikan kulitnya saat remaja dulu. “Saya selalu ada waktu untuk melakukan perawatan,” kata aktris berusia 33 tahun ini di Jakarta, Rabu 7 September 2016. Tapi sekarang, Cathy Sharon bahkan tak tahu apa saja yang telah dia lakukan seiring berjalannya waktu. Mengurus kedua putra-putri dan melakukan berbagai aktivitas membuatnya abai dengan urusan perawatan. Usiapun semakin bertambah membuat kerutan di wajah tampak jelas.

    “Setiap bangun pagi lalu bercermin yang saya katakan adalah, “oh, no,” ujarnya dengan jari yang menunjuk pada kerutan di dahi, garis mata, dan gurat senyum di sekitar bibir. Terlebih Cathy memiliki kulit kering yang selalu membutuhkan hidrasi.

    Persoalan serupa juga dirasakan oleh penulis Fira Basuki. Fira mengaku, sebagai beauty junkies, dia tak akan pernah keluar jika belum memakai sekitar lima krim wajah untuk menutupi kerutan. “Butuh waktu hampir satu jam untuk memakai krim-krim itu karena harus menunggu lapisan yang satu meresap sebelum memakai yang lain,” kata perempuan 44 tahun ini. Terlebih, Fira melanjutkan, pekerjaannya tak kenal waktu. Dia terbiasa menulis sejak malam, tembus dini hari sampai subuh, sehingga waktu istirahatnya kurang teratur.

    Kemudian satu kali Fira mendapat tantangan untuk mengenyahkan seluruh krim yang biasa dia pakai. “Saya sempat gemetaran, bagaimana penampilan saya nanti tanpa krim-krim itu?” ujarnya sambil tertawa. Meski begitu, Fira menyanggupi tantangan tersebut. Dia mencoba memakai Fillerina, filler berisi cairan asam hialuronat yang bisa dipakai tanpa disuntikkan atau diinjeksi ke kulit.

    Pertama Fira menggunakannya untuk menghilangkan kerutan di garis mata. Sama seperti Fira, Cathy juga menjajal memakai Fillerina untuk menghilangkan garis mata, smiling line, dan kerutan di dahi. “Saya pakai di malam hari, sebelum tidur,” ujar Cathy.

    Chief Executive Officer Combiphar, Michael Wanandi mengatakan Fillerina merupakan produk anti-penuaan non-injeksi dan telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai kosmetika dengan manfaat efek filler. Di dunia kecantikan, teknik filler biasanya dilakukan oleh dokter untuk memasukkan zat anti-kerut ke bawah permukaan kulit agar lebih berisi, sehingga kerutan hilang. “Filler yang ini bisa diaplikasikan sendiri di rumah,” kata Michael dalam acara peluncuran Fillerina di Jakarta, Rabu 7 September 2016.

    Fillerina mengandung enam jenis asam hialuronat yang berbeda bentuk dan berat molekulnya. Asam hialuronat merupakan zat yang bertugas mengikat air dan menjadi kandungan terpenting di dalam produk anti-penuaan. “Hasil dari aokujasu asam hialurnat adalah sebagai jaringan pengisi lunak untuk mengatasi lipatan dan kerutan di wajah,” kata Abraham Arimuko, Kepala Departemen Kulit dan Kelamin RSPAD Gatot Soebroto yang juga Ketua Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia. Selama ini, menurut Abraham, asam hialuronat diaplikasikan dengan cara topical krim dan injeksi.

    Filler tanpa injeksi ini, menurut Hari Widodo, Business Unit Manager Combiphar, diaplikasikan menggunakan alat khusus seperti suntikan dengan ujung melengkung. Bentuk suntikan dipakai untuk memastikan takaran asam hialuronat. “Sebelum memakainya, pengguna disarankan minum dua gelas air putih untuk menghidrasi kulit,” katanya. Setelah itu, sedot cairan asam hialuronat yang ada di dalam botol dengan menggunakan suntikan berujung melengkung tadi, kemudian aplikasikan pada garis sasaran.

    Saat cairan asam hialuronat berada tepat pada kerutan, biarkan selama sekitar 10 menit agar meresap ke dalam kulit. Kemudian, ratakan cairan yang masih ada di permukaan wajah ke area di sekitar kerutan dengan cara ditepuk perlahan. “Sebaiknya digunakan saat Anda beristirahat atau tidak ada aktivitas di luar rumah,” ujar Hari. Mengikuti saran Hari selama satu bulan, Cathy Sharon dan Fira Basuki mengaku merasakan perubahan pada kulit wajahnya. “Wajah saya tampak baby face,” ujar Cathy.

    Abraham mengatakan, filler tanpa injeksi ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin menghilangkan kerutan tapi takut jarum suntik. Sebab, saat dokter kecantikan melakukan filler akan ada rasa sakit sedikit yang dirasakan pasien. Namun, hasil dari filler itu bisa dirasakan seketika. Adapun penggunaan filler non-injeksi ini, pengguna harus telaten dan sabar karena mengandalkan proses penyerapan alami kulit. Sama seperti filler injeksi yang mesti “diisi ulang” dalam periode tertentu, Hari menambahkan, pengguna Fillerina juga disarakan mengulangi penggunaannya setelah tiga bulan.

    RINI KUSTIANI

    Berita lainnya:
    Kapan Waktu yang Tepat untuk Resign?
    Terungkap, Inilah 4 Tipe Wanita yang Menakutkan buat Pria
    Berani Coba Diet Manusia Zaman Purba, Seperti Apa Caranya?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.