Baby Walker Bikin Anak Cepat Jalan? Salah, Ini Mitos Kesehatan Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balita di baby walker. socialphy.org

    Balita di baby walker. socialphy.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang tua menginginkan buah hatinya bertumbuh dan berkembang dengan sempurna. Namun tak jarang para orang tua terjebak dengan mempercayai informasi yang salah.

    Mitos tersebut kerap membuat orang tua khawatir dan memberikan perlindungan yang berlebihan kepada anak. Berikut ini beberapa di antaranya.

    1. Baby walker membantu bayi belajar berjalan
    Dokter anak menegaskan, berdasarkan data, anak yang menggunakan baby walker akan lebih lambat belajar duduk, merangkak, ataupun berjalan. Selain itu, penggunaan baby walker bisa menimbulkan bahaya, seperti bayi berjalan ke arah samping tangga atau tempat berbahaya lain.

    2. Jus baik untuk kesehatan anak
    Konsumsi jus yang berlebihan pada anak usia 6 bulan bisa meningkatkan risiko karies gigi, produksi gas berlebih dalam tubuh, dan obesitas. Sebab, jus mengandung kadar gula yang tinggi.

    Sebaliknya, jus yang dikonsumsi sebelum makan bisa membuat anak menghindari makanan asli, yang akhirnya menyebabkan anak memiliki berat badan di bawah batas normal, seperti dilansir laman Parents. Dokter menyarankan anak usia 1-6 tahun mengkonsumsi jus maksimal 177 mililiter dan anak di atas usia 6 tahun maksimal mengkonsumsi 355 mililiter jus.

    3. Pertumbuhan gigi membuat anak mengalami demam dan diare
    Masa pertumbuhan gigi pada anak terjadi pada usia 6 bulan-3 tahun. Biasanya, liur anak akan keluar tanpa terkendali dan terjadi penurunan nafsu makan, terutama untuk makanan padat. Namun pertumbuhan gigi pada anak tidak menyebabkan diare dan demam di atas 39 derajat Celsius. Jika anak mengalami gejala tersebut, bisa jadi penyebabnya adalah faktor lain.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Anak Sehat, Idealnya Jadi Anak Cerdas
    Pentingnya Orang tua Mempunyai Rekam Medis Anak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).