Kiat Mengantisipasi Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Haji, melakukan tawaf mengelilingi Kakbah di Mekkah, 4 September 2016. REUTERS

    Sejumlah umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Haji, melakukan tawaf mengelilingi Kakbah di Mekkah, 4 September 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Adanya perbedaan suhu antara Indonesia dan Arab Saudi membuat jemaah haji rentan terkena penyakit. Banyaknya nyamuk dan kebersihan toilet juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan jemaah haji asal Indonesia.

    Muchtaruddin Mansur, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, mengatakan cuaca ekstrem saat prosesi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina akan mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah haji.

    Untuk mengantisipasinya, Muchtaruddin meminta jemaah haji memperbanyak minum untuk mencegah dehidrasi. Jemaah juga diminta tidak keluar tenda pada siang hari selama di Arafah karena diperkirakan suhu di luar mencapai 52 derajat Celsius.

    “Jemaah harus menaati jadwal kegiatan ibadah, termasuk jadwal melontar jumrah sesuai dengan yang telah ditentukan otoritas Arab Saudi,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu, 31 Agustus 2016.

    Jemaah, ucap Muchtaruddin, juga harus menggunakan pelindung, seperti kacamata antisurya, payung, dan alas kaki. Selain itu, asupan makanan yang tepat dan istirahat akan membantu menjaga kondisi kesehatan jemaah.

    Sementara itu, Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, menuturkan terdapat banyak nyamuk di Arafah. Posisi toilet yang lebih tinggi dibanding tenda juga harus diantisipasi, karena banyak anggota jemaah haji asal Indonesia yang telah berusia lanjut.

    Otoritas Arab Saudi sendiri telah berjanji akan melakukan pengasapan atau fogging setelah semua tenda selesai dibangun di Arafah.

    Hal lain yang perlu diwaspadai, ujar Anung, adalah penggunaan eskalator berjalan di Terowongan Mina. Sebelumnya, banyak anggora jemaah haji yang mengalami cedera karena berdesakan saat menggunakan eskalator berjalan tersebut.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Anak Sehat, Idealnya Jadi Anak Cerdas

    Pentingnya Orang tua Mempunyai Rekam Medis Anak

    Halau Nyamuk Aedes Aegypti Penyebar Virus Zika



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.