5 Masalah Makan yang Masih Asing di Telinga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bingung pilih makanan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bingung pilih makanan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah makan seperti anoreksia dan bulimia mungkin sudah cukup akrab di telinga kita. Banyak orang, terutama perempuan, mengalami masalah ini karena terobsesi tubuh yang superlangsing bak model, dan keliru memahami seperti apa tubuh yang ideal itu.

    Sebenarnya, masih banyak persoalan makan yang salah lainnya yang masih asing di kuping kita. Berikut ini lima masalah makan yang juga perlu kita ketahui.

    1. Orthorexia nervosa
    Ada perbedaan antara peduli pada diet dan diet mengontrol pikiran. Anoreksia dan bulimia berhubungan dengan kuantitas makanan yang kita santap sedangkan ortoreksia lebih condong kepada kualitas makanan.

    Menurut sebuah tulisan di Journal of Human Sport & Exercise, ortoreksis adalah mereka yang sangat menghindari makanan yang mengandung pewarna dan penyedap buatan, bahan pengawet, sisa pestisida, makanan hasil modifikasi genetik, lemak tak sehat, dan makanan yang terlalu banyak mengandung gula atau garam.

    2. Anorexia athletica
    Biasanya terjadi pada atlet. Para penderitanya tidak dipusingkan dengan makanan yang disantap tapi bagaimana caranya membakar kalori sebanyak mungkin dan diiringi dengan latihan fisik secara gila-gilaan. Mereka sangat memperhatikan bentuk tubuh.

    3. Diabulimia
    Menurut penelitian yang dimuat di jurnal Diabetes Science and Technology, para wanita penderita diabetes 2,4 kali lipat mengalami masalah makan daripada wanita yang tidak menderita diabetes tipe 1. Mereka bukannya membatasi makanan tapi justru membatasi insulin, baik dengan cara mengurangi dosisnya atau bahkan melewatkannya sama sekali.

    Dengan demikian, gula dan kalori langsung meluncur ke pembuangan dan keluar lewat air seni dan hasilnya adalah berat badan yang turun dengan cepat. Efek sampingnya tentu saja diabetes yang makin parah atau terserang infeksi, dan bisa menyebabkan koma karena diabetes.

    4. Pica
    Buat sebagian besar orang, kebiasaan makan ini mungkin aneh. Para penderita pica senang mengkonsumsi material nonmakanan, seperti tanah, cat, atau kertas. Penderitanya kebanyakan anak-anak, terutama berusia 1-6 tahun. Kondisi seperti ini juga banyak dialami para wanita hamil dan mereka yang kekurangan zat besi. Selain bisa menyebabkan kurang gizi, penderita pica juga berisiko keracunan dan kerusakan usus akibat mengkonsumsi material yang tak bisa dicerna.

    5. Sindrom makan malam
    Sindrom ini bukan seperti yang kita temui pada banyak orang, yakni mencari makanan atau camilan di tengah malam. Sindrom makan malam (NES) ditandai dengan kecenderungan makan berlebihan di malam hari.

    Menurut penelitian, penderita NES biasanya hanya mengkonsumsi sepertiga dari total kalori yang mereka butuhkan sebelum pukul 18.00, padahal pada waktu yang sama orang normal mengkonsumsi tiga perempat dari kebutuhan kalori harian. Keadaan justru terbalik pada penderita NES. Mereka mengisi kebutuhan kalori terbanyak justru pada pukul 18.00-06.00. Para peneliti mengaitkan NES dengan depresi.

    PREVENTION | PIPIT

    Berita lainnya:
    Mari Bereskan Lemari Pakaian Ala Blogger Berlin
    Tip Rias Wajah Pengantin agar Cantik dan Bikin Pangling
    Lupakan Mitos, Tak Ada Alasan Takut Makan Telur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara