3 Etiket Menggunakan Surat Elektronik untuk Pekerjaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • freepicturesweb.com

    freepicturesweb.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunikasi kini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Surat elektronik (surel) atau e-mail merupakan salah satu metode komunikasi yang lazim dimanfaatkan dalam kehidupan kerja, baik di dalam maupun luar kantor.

    Bagi Anda yang sering memakai e-mail untuk berkomunikasi, perhatikan beberapa etiket berikut ini.

    1. Fitur CC (carbon-copy)
    Fitur CC pada surel dalam bahasa Indonesia biasanya ditulis sebagai tembusan. CC mewakili penerima pasif—orang yang diharapkan menerima dan mengetahui informasi, tidak lebih. Bila Anda merasa perlu menambahkan informasi, beri tahukan langsung kepada pengirim e-mail dengan fitur reply, bukan reply to all. Bila pesan Anda dianggap penting, pengirim surel yang meneruskannya kepada yang lain.

    2. RSVP untuk undangan
    Saat menerima surel berupa undangan, baik acara kantor, rapat, maupun peliputan acara di luar, biasanya pengirim meminta Anda mengkonfirmasi kehadiran dengan melakukan RSVP. RSVP adalah singkatan dari répondez s'il vous plaît, kalimat dalam bahasa Prancis yang artinya “silakan balas jika Anda berkenan”. Pastikan membalas surel agar pengirim mengetahui kejelasan Anda.

    3. Akhiran surat elektronik
    Di akhir surat elektronik, biasanya kita menambahkan informasi seperti nomor telepon, nama perusahaan tempat kita bekerja, dan jabatan. Pastikan font yang Anda gunakan cocok dengan teks dalam surel Anda. Hindari font yang berwarna-warni atau yang sangat berbeda dengan yang Anda gunakan dalam surel.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    7 Cara Mengajarkan Anak Melindungi Diri
    6 Rahasia Panjang Umur dari Berbagai Negara
    5 Desainer Indonesia Akan Bergabung di ISNA, Chicago



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.