Konsultan Pernikahan Beberkan 6 Perilaku Pemicu Perceraian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perceraian. Guardian.co.uk

    Ilustrasi perceraian. Guardian.co.uk

    TEMPO.COJakarta - Siapa pun tak ingin pernikahan dan biduk rumah tangganya berakhir dengan perpisahan. Meski sudah dijaga dengan baik, terdapat berbagai faktor seseorang terpaksa mengakhiri pernikahannya.

    Berikut ini beberapa penyebab hubungan pernikahan berakhir dengan perceraian, menurut konsultan pernikahan.

    1. Tidak penasaran lagi dengan pasangan
    Ketika menghabiskan banyak waktu bersama pasangan, Anda tidak mengapresiasi pasangan sebagai pribadi di luar hubungan pernikahan. Akibatnya, timbul rasa bosan, atau membuat Anda tidak berusaha mengenal pasangan yang akan menghabiskan sisa hidupnya bersama Anda. Cobalah mengajukan pertanyaan kepada pasangan, saling berbagi sudut pandang, dan tetap menumbuhkan rasa ingin tahu dan mengenal pasangan.

    2. Komunikasi yang berlebihan
    Kunci dari hubungan yang baik adalah komunikasi yang lancar. Namun, jika komunikasi terlalu berlebihan, seperti mengirimkan pesan melalui media sosial secara terus-menerus, justru bisa menghancurkan sebuah hubungan. "Jika salah satu pihak selalu ingin tahu apa yang dilakukan, dipikirkan pasangannya, dan apa perasaan pasangannya terhadap hubungan mereka, tentu pasangannya akan merasa sangat tertekan," ujar psikolog Kristin Davin.

    3. Hubungan intim menjadi pokok permasalahan
    Jika hubungan intim menjadi akar dari argumentasi dan salah paham yang terjadi, sebaiknya segera cari solusinya, seperti dilansir laman The Huffington Post. "Pembicaraan mengenai seks bukanlah hal yang mudah. Anda dan pasangan bisa berkonsultasi pada terapis," tutur terapis hubungan Melissa Fritchle.

    4. Meningkatnya argumen tentang masalah keuangan
    Berdasarkan penelitian tahun 2013, pasangan yang sering berdebat tentang masalah keuangan (pendapatan, utang, jumlah kekayaan) pada awal hubungan mereka memiliki risiko perceraian yang lebih tinggi dibanding pasangan lain. Solusinya adalah saling berkompromi dan berusaha memahami permasalahan tersebut. Anda harus belajar melihat dari sudut pandang pasangan.

    5. Salah satu pihak merasa dibatasi
    Dalam sebuah hubungan, tentu Anda wajib menghabiskan waktu bersama, tapi juga perlu menyediakan ruang bagi diri sendiri. Biarkan pasangan menghabiskan waktunya bersama orang terdekatnya selain Anda agar nantinya tidak terbentuk ketergantungan yang tidak sehat.

    6. Pernikahan tidak lagi menjadi prioritas
    Seiring dengan berjalannya waktu, Anda atau pasangan memiliki prioritas lain, seperti pekerjaan, kehidupan sosial, dan sebagainya. Jangan sampai daftar-daftar tersebut menggeser prioritas hubungan pernikahan Anda.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Grendel, Kue Singkong dengan Filosofi Kehidupan
    Seleb yang Tampil Polos di MTV Video Music Awards 2016
    Kiat Pengguna Mobil Kurangi Hirup Polusi Udara Saat Macet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.