Demi Kesehatan, Kacamata Hitam Harus Diganti Setiap 2 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan dan kacamata hitam. REUTERS/Tony Gentile

    Ilustrasi perempuan dan kacamata hitam. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, Jakarta - Kacamata hitam harus diganti setiap dua tahun, begitu peringatan dari para pakar. Sebab, sinar matahari merusak lensa dan pelindungnya sehingga secara bertahap lensa tersebut menyerap sinar ultraviolet (UV).

    Tanpa filter yang memadai, mata pun terpapar sinar UV sehingga berpotensi terjadi kerusakan penglihatan dalam jangka panjang. Para peneliti di Brasil meminta standar yang menguji kualitas kacamata hitam diperbaiki sehingga batas filter yang aman bisa ditingkatkan.

    Para peneliti itu meminta uji coba yang baru harus bisa memastikan kaca mata hitam aman dipakai selama dua tahun. Paparan sinar matahari berbeda di setiap negara, dan negara-negara tropis memiliki kadar sinar UV lebih tinggi sehingga kacamata hitam pun harus lebih sering diganti.

    Paparan sinar matahari yang terlalu banyak juga akan membuat lensa mudah pecah. Lagipula, mengenakan kacamata hitam yang tidak memiliki perlindungan maksimal bisa menyebabkan pandangan kabur akibat pembengkakan mata, juga katarak.

    Paparan sinar UV dalam waktu lama juga akan merusak makula, bagian dari retina yang bertanggung jawab pada penglihatan. Menurut Profesor Liliane Ventura dari Universitas Sao Paulo di Brasil, kesehatan mata memang menjadi perhatian serius di seluruh dunia, terutama di daerah tropis.

    "Kacamata hitam berperan penting dalam memberikan keamanan pada mata dan lensanya harus menyediakan penyaring sinar UV yang layak," kata Ventura di Dailymail.

    PIPIT

    Artikel lain:
    Minyak kelapa, Sahabat Alami Kulit dan Rambut
    10 Kebiasaan yang Berbahaya buat Kulit dan Rambut
    Waspadalah, Polusi Paling Berbahaya di Lampu Merah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.