7 Cara Mengajarkan Anak Melindungi Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak pemalu. shutterstock.com

    Ilustrasi anak pemalu. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjaga anak tetap aman dari segala bahaya adalah prioritas orang tua. Forum Anxious Toddlers merangkum tujuh cara yang harus diajarkan orang tua kepada anak saat mereka merasa tidak aman, seperti dilansir Dailymail:

    1. Singkirkan barang-barang berlabel nama pribadi
    Saran pertama untuk orang tua adalah buang semua barang yang memperlihatkan nama mereka kepada orang asing, mulai dari ransel hingga kotak makan. Bila orang asing tahu nama anak Anda, mereka akan terlihat familar dan ramah, tentu saja anak cenderung bisa mempercayainya.

    2. Buat kode
    Diskusikan kata-kata yang tak terlalu umum tapi juga tidak aneh untuk dijadikan kode saat anak berada di situasi tertentu. Misalnya, jika Anda mengirim orang lain untuk menjemput anak, mereka harus tahu kode itu agar anak tidak sembarangan pulang dengan orang tak dikenal.

    Selain itu, jika anak sedang bermain di rumah temannya dan dia merasa ada seseorang atau sesuatu yang membuatnya tak nyaman, mereka bisa menelepon orang tua dan menyebut kode tersebut di telepon. Orang tua bisa segera menyelamatkan mereka dari situasi tersebut.

    3. Tidak menyimpan rahasia
    Saat anak mengalami pelecehan, mereka kerap disuruh untuk tutup mulut dari orang tua atas apa yang terjadi. Semua harus menjadi rahasia antara anak dan pelaku pelecehan. Sebab itu, orang tua mesti mengajarkan anak untuk tidak menyimpan rahasia soal apa yang terjadi pada tubuh mereka. Anak harus tahu mereka tidak boleh sembarangan disentuh dan segera melapor orang tua bila ada yang berbuat tidak senonoh.

    4. Bagaimana cara melarikan diri saat diintai
    Berikan pengertian kepada anak, seperti apa penampilan orang asing itu. Yang penting, anak harus tahu mereka tidak boleh mengikuti orang lain atau masuk ke mobil orang yang tak dikenal, tak peduli apa yang orang asing itu katakan.

    Kode yang disepakati bersama oleh keluarga bisa berperan penting di situasi seperti ini. Selain itu, katakan pada anak untuk mulai berlari ke arah sebaliknya bila mereka diikuti atau dikejar mobil. Ini akan memberi mereka waktu untuk kabur karena mobil harus memutar balik.

    5. Cari seorang ibu dengan anak jika merasa dalam bahaya
    Jika anak tersasar atau merasa tidak aman, tak ada garansi akan ada polisi yang siap membantu. Itulah mengapa Anda harus mengajarkan anak untuk mencari ibu-ibu yang membawa anak bila tidak ada polisi yang siap membantu. Memang tidak menjamin keamanan, tetapi setidaknya pilihan ini bisa membantu.

    6. Berteriak minta tolong
    Kata-kata seperti “Kamu siapa?”, “Tolong!”, “Sana pergi, aku tidak kenal kamu!” dan “Mana papa dan mama?” akan membuat orang sekitar curiga dan menyiratkan anak sedang berada dalam situasi berbahaya..

    7. Lawan bila perlu
    Pastikan anak tahu bahwa mereka boleh berteriak, menendang atau membuat kehebohan lain yang destruktif untuk menarik perhatian saat ada orang mencurigakan.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Ups, Kepergok Anak Saat Bercinta? Lalu?
    3 Sikap Ayah-Bunda yang Bikin Anak Tidak Percaya Diri
    Anak Menangis Sembunyi-sembunyi, Kenali Apa Penyebabnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.