Ladies, Perhatikan Posisi Dibonceng yang Benar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan dibonceng naik sepeda motor. shutterstock.com

    Ilustrasi perempuan dibonceng naik sepeda motor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesatnya perkembangan jasa ojek online membuat pelanggan yang menggunakan layanan ini bertambah. Tak hanya pria, wanita juga sering menggunakan jasa tersebut. Instruktur Defensive Riding RSA Indonesia, Citra Ayu Lestari, mengatakan penumpang perlu tahu tata cara membonceng yang baik dan benar.

    Berdasarkan survei Queenrides terhadap 700 perempuan Indonesia, hampir semua responden tidak memahami risiko berkendara, tidak tahu cara melindungi diri, dan tidak waspada terhadap bahaya yang mungkin muncul pada saat berkendara. Nah, buat ladies yang sering menggunakan jasa ojek online, ada beberapa poin tentang keselamatan yang harus diperhatikan. Berikut ini rinciannya.

    1. Pakaian
    Kenakan pakaian yang nyaman. “Jangan memakai rok lebar karena bisa-bisa terbelit di mesin, yang akan membahayakan keselamatan diri,” kata Citra di Lippo Mall Kemang, Jakarta Barat, Sabtu, 27 Agustus 2016. Dia menyarankan penumpang memakai celana agar bisa duduk nyaman.

    2. Cara duduk
    “Duduklah seperti pengendara. Jangan menyamping karena akan mengganggu keseimbangan pengendara dan penumpang,” tuturnya. Meski tak dianjurkan, penumpang yang menggunakan rok boleh duduk secara menyamping dengan posisi kaki menyilang.

    Jika terpaksa mengenakan rok lebar, ada baiknya tangan kiri memegang rok supaya tidak berkibar dan masuk ke rantai atau mesin sepeda motor. Adapun posisi tangan kanan memegang celah antara bodi sepeda motor dan jok.

    3. Posisi
    Selain cara duduk, posisi dan jarak antara pengemudi dan penumpang harus diperhatikan. “Usahakan jangan ada ruang atau celah antara pengendara dan penumpang,” tutur Citra. Jika ada celah, upayakan posisi kaki menempel dengan pengendara sehingga keseimbangannya terjaga.

    4. Fokus
    Citra menyayangkan banyak penumpang yang sibuk dengan telepon genggamnya. Menurut dia, hal ini dapat membahayakan penumpang. Dia menjelaskan, penumpang adalah “mata kedua” pengendara. “Kadang, pengendara tidak menyetir dengan benar. Jadi penumpang harus fokus dan menegur ketika pengendara membuat kesalahan,” katanya.

    DINI TEJA

    Berita lainnya:
    Cara Gampang Mengetahui Jenis Kulit
    Mendengkur Saat Tidur, Coba Atasi dengan 5 Cara Ini
    Anak Menangis Sembunyi-sembunyi, Kenali Apa Penyebabnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.