Jangan Lebay Merawat Ketiak, Malah Bikin Bau dan Jadi Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ketiak mulus dan sehat. Shutterstock.com

    Ilustrasi ketiak mulus dan sehat. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam daftar prioritas perawatan kulit, ketiak cenderung berada pada tingkat yang cukup rendah. Tentu saja, Anda ingin ketiak bebas dari keringat, bau, benjolan, dan mungkin rambut, tapi kemudian sadar tidak menghabiskan banyak energi untuk merawat ketiak. Seringnya justru memperlakukan ketiak dengan kasar, seperti mencukur, menggesekkan sedikit deodoran atau anti-perspirant.

    Dokter kulit Jessica Weiser mengatakan ketiak akan bereaksi setiap kali kita merasa kepanasan, aktif bergerak, atau stres. “Ketiak memiliki dua jenis kelenjar keringat, yakni ekrin dan apokrin,” kata Weiser. Kelenjar ekrin berfungsi mengatur suhu tubuh dan terdapat di seluruh tubuh. Kelenjar ini menghasilkan keringat tanpa bau ketika kita beraktivitas.

    Kelenjar apokrin hanya terdapat di daerah yang ditumbuhi rambut. Kelenjar ini mengeluarkan cairan saat kita merasa stress atau terganggu secara emosional, dan cairan tersebut akan bercampur dengan bakteri pada kulit, sehingga menimbulkan bau badan.

    Folikel rambut pada ketiak juga bisa tersumbat dengan sel-sel kulit mati atau sisa deodoran. Mencukur juga berakibat pada pengelupasan yang membuat kotoran, bakteri, dan iritasi seperti deodoran berbasi alkohol menempel pada folikel.

    Tidak hanya itu, mencukur juga menyebabkan rambut tumbuh ke dalam. Itulah yang menyebabkan daerah ketiak tapak lebih gelap dari waktu ke waktu. Meski ada banyak krim menjanjikan untuk menuntaskan masalah pada ketiak Anda, Weiser mengatakan krim tersebut sering sering kali tidak benar-benar menyelesaikan problem ketiak sampai ke akarnya.

    Padahal untuk menjaga ketiak tetap sehat, menurut Weiser, cukup lakukan langkah sederhana dalam rutinitas kecantikan Anda. “Permukaan ketiak harus diperlakukan dengan lembut, seperti kulit di daerah yang sangat sensitif dan mudah iritasi,” ujar Weisser.

    Anda tidak harus melakukan langkah perawatan seperti facial, tapi Weiser menyarankan menggunakan waslap lembut atau scrub untuk pengelupasan ringan saat mandi setiap dua sampai tiga kali seminggu. Bisa memakai body scrub atau sedikit gula biasa, tetapi jika kulit Anda sensitif maka gunakan exfoliator wajah. “Untuk kondisi yang lebih parah, cobalah pembersih glycolic atau asam laktat untuk memecah sel-sel kulit mati secara kimiawi,” saran Weiser.

    Menghilangkan rambut dengan laser juga cukup baik untuk menghindari iritasi dan perubahan warna. Jika ingin mencukur bulu ketiak sendiri, lakukan di kamar mandi dengan air hangat dan gel atau krim cukur. Ganti silet setiap lima kali pencukuran untuk hasil terbaik dan jaga pisau cukur tetap kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Jangan lupa untuk mencukur ke arah pertumbuhan rambut.

    Idealnya, mencukur ketiak dilakukan pada malam hari untuk memungkinkan proses pemulihan kulit. Cek lagi deodoran atau anti-perspirant yang Anda pakai. Jangan menggunakan deodorant yang mengandung alcohol karena menyebabkan iritasi. Pilih deodoran berbahan kristal alami atau arang yang diaktifkan. Satu lagi yang penting, bersihkan ketiak setiap hari, setidaknya saat mandi.

    REFINERY29 | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Ivanka Trump Buka 3 Rahasia Kecantikannya
    Terapkan 4 Kebiasaan Hidup Sehat di Kantor
    Gara-gara Beli Kaus Kemahalan, Wanita Ini Gugat Zara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.