Wanita Rela Lakukan 5 Hal Ekstrem Demi Tampil Cantik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menggunakan korset. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menggunakan korset. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wanita rela melakukan apa saja supaya terlihat cantik. Tak hanya wanita di masa kini, perempuan di masa sebelumnya juga sudah melakukan berbagai upaya demi mempercantik diri.

    Wanita di zaman Victoria atau ketika Inggris dipimpin oleh Ratu Victoria pada tahun 1837 sampai 1900, begitu mengagungkan kecantikan hingga mereka rela menyakiti diri sendiri dan hidup menderita. Mulai dari mulai mengikat erat pinggang dengan korset sampai menelan cacing pita. Ada lima tindakan ekstrem yang dilakukan wanita di era Victoria agar sesuai dengan definisi cantik pada zamannya:

    1. Pakai korset ketat
    Korset banyak dipakai wanita di zaman Victoria. Korset dirancang untuk membentuk pinggang hingga tampak lekukan antara dada dan pinggul. Pada masa itu, ukuran lingkar pinggang wanita yang dianggap ideal adalah 13 inci. Tanpa ada yang menyadari, korset yang 'memeras' pinggang itu kelak bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, dari mulai konstipasi hingga kerusakan organ dalam tubuh.

    Saat memakai korset, napas menjadi sulit sehingga menyebabkan pusing, bahkan sampai jatuh pingsan. Sebab itu, para wanita selalu membawa smelling salts untuk membuat mereka tersadar ketika pingsan. Selain itu, memakai korset secara terus-menerus bisa melemahkan otot punggung.

    2. Menelan cacing pita
    Beberapa wanita di zaman Victoria rela menelan larva cacing pita dalam bentuk tablet. Setelah cacing pita tumbuh dewasa di dalam usus, mereka akan menyerap makanan, sehingga menyebabkan berat badan orang itu turun, muntah, dan diare.

    Setelah orang yang menelan cacing pita itu berhasil mendapatkan berat tubuh yang mereka inginkan, mereka akan menenggak pil anti-parasit (obat sakit cacingan) untuk memaksa cacing pita itu keluar.

    Jika cara tersebut gagal, mereka lantas menaruh semangkuk susu persis dihadapan wajah sembari membuka mulut, berharap cacing pita tersebut 'terpancing' untuk merayap keluar dari tubuh melalui mulut dengan sendirinya. Cara yang kedua ini berisiko tinggi karena bisa membuat orang yang melakukannya tercekik.

    3. Pakai lead foundation
    Penampilan wanita di era Victoria yang dinilai sempurna adalah wajah terlihat imut dan berkulit pucat. Rupanya, cara terbaik untuk mendapatkan tampilan kulit yang sangat pucat adalah dengan memakai lead foundation ke wajah. Semakin tebal seorang wanita memakai lead foundation, maka warna kulit wajahnya akan semakin pucat.

    Lead foundation dibuat dengan campuran cuka yang termasuk zat keras untuk kulit. Apabila terserap dan masuk ke dalam pori-pori kulit, bisa mengakibatkan keracunan dan berbagai kerusakan pada tubuh, seperti rambut rontok, kerusakan otak, bahkan kelumpuhan. Efek lain penggunaan lead foundation adalah menimbulkan kerutan dan jaringan parut pada kulit.

    4. Meneteskan atropa belladonna
    Tren kecantikan lainnya yang mengerikan di zaman Victoria, yaitu meneteskan sari pati tumbuhan atropa belladonna ke mata untuk melebarkan pupil mata. Tujuannya, agar mata lebih berbinar. Padahal, penggunaan tumbuhan ini terhadap mata bisa menyebabkan kebutaan permanen.

    6. Pakai arsenik
    Anda pasti pernah mendengar kasus pembunuhan dengan menggunakan arsenik. Pada zaman Victoria, arsenik justru digunakan untuk kecantikan. Para wanita di zaman itu percaya arsenik berkhasiat untuk meremajakan kulit sehingga bisa membuat mereka tampak awet muda.

    HUFFINGTONPOST | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Tempat Kongko Serasa di Jepang
    5 Kelakuan Anak yang Bikin Orang Tua Sakit Hati
    Cincin Kekaseh Anne Avantie Turun Harga Rp 10 Juta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.