7 Penyebab Ilmiah Menumpuknya Lemak di Perut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obesitas. Bruno Vincent/Getty Images

    Ilustrasi obesitas. Bruno Vincent/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Waspadalah bila ukuran pinggang kita semakin bertambah dan lemak di sekitar perut menumpuk. Kondisi ini merupakan sinyal berbahaya buat kesehatan. 

    Berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme, adalah risiko yang akan muncul menyusul semakin melebarnya ukuran pinggang. Berikut ini beberapa alasan ilmiah kenapa lemak di perut makin menumpuk.

    1. Kurang lemak sehat
    Untuk meluruhkan lemak di perut, konsumsilah lemak sehat, terutama asam lemak tak jenuh mono. Sumbernya bisa dari selai kacang, alpukat, atau ikan.

    2. Stres
    Menurut penelitian dari Pusat Medis Universitas Rush di Amerika Serikat, kaum wanita yang stres lebih rentan terhadap kegemukan. Sebab, saat stres, seorang wanita biasanya malas melakukan aktivitas fisik dan makan sembarangan.

    3. Kurang magnesium
    Magnesium mengatur lebih dari 300 fungsi dalam tubuh. Menurut sebuah penelitian pada 2013, orang yang mengkonsumsi cukup magnesium memiliki kadar gula darah dan insulin yang lebih rendah. Makanan yang mengandung magnesium tinggi adalah sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, buncis, alpukat, pisang, yogurt, buah kering, dan cokelat hitam.

    4. Doyan soda
    Sebuah penelitian menunjukkan orang yang gemar minuman bersoda memiliki lemak perut yang banyak.

    5. Kurang tidur
    Cukup tidur sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Gangguan tidur bisa mengakibatkan kenaikan berat badan. 

    6. Kurang serat
    Serat sangat penting untuk menjaga pencernaan tetap sehat dan membantu kita mengontrol berat badan. Konsumsi serat yang cukup membuat kita merasa kenyang lebih lama dan mengurangi penyerapan kalori dari makanan. Pola makan yang tinggi karbohidrat dan rendah serat dengan mudah menambah berat badan kita, termasuk lemak di perut.

    7. Menopause
    Berat badan para wanita yang sudah mengalami menopause biasanya lebih mudah naik. Menopause secara biologis terjadi satu tahun setelah wanita itu mengalami menstruasi terakhir. Pada masa tersebut, produksi hormon estrogen turun drastis dan menyebabkan lemak tersimpan di perut, bukan di pinggul atau paha. 

    INDIATIMES | PIPIT

    Artikel lain: 
    10 Perbuatan yang Bikin Jengkel Pengunjung Pusat Kebugaran
    Jangan Takut Makanan Laut karena Manfaatnya Luar Biasa
    4 Masalah Kesehatan yang Bikin Malu dan Cara Mengatasinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.