Ini Tip Tes TOEFL dan IELTS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tes TOEFL yang diikuti sekitar 1000 peserta di Gedung Baruga Pettarani Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/12). Tes TOEFL ini memecahkan rekor MURI dalam kategori peserta terbanyak dengan jumlah peserta 1000 orang. Tempo/Fahmi Ali

    Tes TOEFL yang diikuti sekitar 1000 peserta di Gedung Baruga Pettarani Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/12). Tes TOEFL ini memecahkan rekor MURI dalam kategori peserta terbanyak dengan jumlah peserta 1000 orang. Tempo/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebutuhan akan tes TOEFL dan IELTS terus meningkat. Di samping untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di luar negeri, makin banyak perusahaan Indonesia yang mewajibkan standar tertentu di Test of English as Foreign Language atau International English Language Testing System.

    Cara paling lazim untuk mendapat meraih nilai mumpuni di TOEFL atau IELTS adalah dengan ikut kelas persiapan di lembaga pendidikan bahasan Inggris. Bisa juga belajar mandiri via buku atau online. Bukan apa-apa, tes berstandar internasional itu memiliki banyak hal yang bisa menjerumuskan peserta sehingga nilainya jeblok, bahkan bagi Anda yang sudah cas-cis-cus berbahasa Inggris.

    Berikut beberapa tip menjalani TOEFL dan IELTS dari Juli Simatupang, Director of Corporate Affair EF Indonesia, seperti dalam rilis media yang diterima Tempo, Senin, 22 Agustus 2016.

    - Persiapan TOEFL dan IELTS tidak dapat dilakukan satu-dua hari saja. Paling tidak butuh sebulan.

    - Memahami bahasa asing tidak sebatas pada kelas. Cobalah menonton tayangan atau radio berbahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan atau listening.

    - Terus tingkatkan kosakata atau vocabulary. Gunakan dalam percakapan sehari-hari sehingga Anda bisa sekaligus melatih pelafalan atau pronunciation dan makna kata tersebut sesuai konteks.

    - Biasakan membaca teks bahasa Inggris yang ditulis akademisi. Bisa juga surat kabar berbahasa Inggris. Kembangkan teknik scanning dan skimming dalam menemukan informasi dengan cepat dan tepat bila ada bacaan yang panjang.

    - Pelajari buku-buku tata bahasa dan cobalah menulis esai, lalu meminta masukan dari guru atau orang yang lebih berpengalaman.

    - Latih diri untuk berbicara bahasa Inggris membahas keseharian Anda. Hal ini penting untuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara saat tes.

    - Uji hasil pembelajaran Anda sebelum ikut tes sebenarnya. Ujian bisa Anda dapatkan di berbagai situs di Internet.

    Andy Fuller, konsultan manajemen akademis EF Indonesia, menambahkan, pembelajaran bisa dibagi dalam empat bagian. Pertama, sesi reading. Di bagian ini, dia melanjutkan, hal yang harus diperhatikan adalah tentang ide-ide utama, ringkasan, informasi penting, kalimat penyisipan, kosakata, tujuan retoris, dan ide keseluruhan bacaan.

    Kedua, listening. Di bagian ini, Anda perlu memahami ide-ide utama, detail penting, implikasi, dan hubungan antara ide-ide. "Berlatihlah untuk menjawab hanya dengan sekali mendengarkan," ujarnya.

    Ketiga, speaking, saat kita diajak menyampaikan ide-ide atau pendapat sesuai dengan topik yang dibahas. Terakhir, writing, untuk mengukur kemampuan menulis dalam bahasa Inggris dengan tata bahasa yang baik. "Biasakan untuk selalu mengukur lamanya waktu berlatih Anda” kata Fuller.

    REZA MAULANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.