Coba Konsumsi Bahan Alami Pereda Gejala Alergi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah jeruk. Tempo/Charisma Adristy

    Ilustrasi buah jeruk. Tempo/Charisma Adristy

    TEMPO.CO Jakarta - Penderita alergi merasa tersiksa saat gejala alergi menyerang. Kondisi ini membuat aktivitas terganggu dan terpaksa mengkonsumsi obat pereda alergi.

    Namun, sebelum Anda mengkonsumsi obat-obatan tersebut, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan bahan-bahan alami, seperti dilansir laman Boldsky.

    1. Bawang putih
    Bawang putih kaya akan antioksidan dan juga bermanfaat menjaga kekebalan tubuh. Konsumsi satu siung bawang putih dapat melindungi tubuh dari berbagai macam infeksi.

    2. Kunyit
    Taburkan sedikit kunyit pada makanan Anda karena kunyit mengandung zat yang dapat menyembuhkan alergi dan zat anti-peradangan.

    3. Yoghurt
    Bakteri baik yang terkandung dalam yoghurt dapat meredakan gejala alergi. Selain itu, menurut beberapa penelitian, mengkonsumsi yoghurt secara rutin juga dapat meredakan peradangan.

    4. Ikan
    Konsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega 3 sekali dalam seminggu untuk mencegah timbulnya alergi.

    5. Vitamin C
    Anda bisa mengkonsumsi jus jeruk atau jus lemon secara rutin untuk menjaga kekebalan tubuh dan mencegah timbulnya alergi.

    6. Bawang bombai
    Quercetin, zat yang terkandung dalam bawang bombai, dapat mencegah alergi. Zat ini juga dapat meredakan peradangan dan menjaga kekebalan tubuh.

    7. Vitamin E
    Selain kaya serat, kacang-kacangan hijau (kacang polong dan lainnya) juga mengandung vitamin C yang dapat mencegah beberapa jenis alergi.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Lima Cara Mengatasi Alergi Ilalang Kering
    Waspadai Tempat-tempat Sumber Alergi di Rumah
    Wahai Ibu, Waspadai 7 Alergi Makanan yang Mengintai Anak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.