Rossa Rambah Bisnis Parfum Bertema Kehidupannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Rossa memperkenalkan Rossa Eu de Parfum di Mall AEON, BSD Kota Tangerang Selatan, 21 Agustus 2016. Parfum buatan Rossa itu terdiri dari tiga varian, yakni My Love, My Live, dan My Music, yang diambil dari kepribadian Rossa. TEMPO/Rini Kustiani

    Penyanyi Rossa memperkenalkan Rossa Eu de Parfum di Mall AEON, BSD Kota Tangerang Selatan, 21 Agustus 2016. Parfum buatan Rossa itu terdiri dari tiga varian, yakni My Love, My Live, dan My Music, yang diambil dari kepribadian Rossa. TEMPO/Rini Kustiani

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Rossa tampaknya belum cukup puas akan berbagai bisnis yang ia geluti saat ini. Dari menjalani profesi sebagai penyanyi, usaha karaoke, properti, dan dunia fashion melalui The House of Rosa, kini perempuan berdarah Sunda itu merambah bisnis parfum.

    Membawa label Rossa Eau de Parfum, Rossa merilis tiga jenis parfum yang menjadi identitasnya, yakni My Love, My Life, dan My Music. "My Love memiliki karakteristik manis, feminin, dan romantis," kata Rossa di Mal AEON, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Minggu, 21 Agustus 2016.

    Wangi My Love, menurut dia, merupakan perpaduan essential oil musk, raspberry, dan lily. "Ini cocok digunakan kalau mau pacaran," ujar Rossa sambil terbahak. Pemilik nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handayani ini juga mengklaim memiliki pribadi romantis yang sesuai dengan wangi My Love.

    Untuk wewangian My Life, menurut dia, memiliki karakteristik kuat dan glamor. Wangi ini merupakan perpaduan orange, lemon, dan peach. Rossa juga menambahkan wangi magnolia, mawar, melati, musk, dan amber untuk memperkaya kekhasannya. "Ini sesuai dengan kehidupan saya yang tak lepas dari blitz kamera," kata dia.

    Supaya bisa menyasar konsumen yang lebih luas, Rossa membuat satu varian unisex, yaitu My Music. Dia menciptakannya dari perpaduan lily, geranium, lemon blossoms, melon, raspberry,dan blackcurrant. Tapi, menurut kami, wangi melon lebih mendominasi. "Ini wanginya segar seperti alunan musik yang menceriakan suasana hati," tutur Rossa.

    Bahan baku parfum ini, menurut Rossa, menggunakan produk dalam negeri, kecuali essential oil yang harus diimpor dari Paris. "Karena di sana yang kualitasnya bagus," kata dia. Dengan kualitas tersebut, kata dia, ketahanan parfumnya terjaga 6-8 jam.

    Menurut sang diva, ketiganya dijual dalam kemasan botol 100 mililiter seharga Rp 350 ribu. Dalam pemasarannya, Rossa menggandeng banyak reseller. "Saya mengajak masyarakat yang mau jadi reseller supaya bisa berbagi keuntungan," ujar Rossa

    Dia mengatakan sudah berhasil menjual sebanyak 60 ribu botol. Selain Indonesia, Rossa menjual parfum ini ke Malaysia dan Singapura. "Di Malaysia ada tiga varian yang berbeda," kata dia. Adapun di Singapura, Rossa mempromosikan varian parfum yang sama seperti di Indonesia. Sebanyak 100 botol seharga Sin$ 50 atau sekitar Rp 488 ribu, terjual dalam waktu 30 menit saat peluncuran perdana.

    DINI PRAMITA

    Berita lainnya:
    Bekam, Bukan Sekadar Obat Masuk Angin
    Tren Foto Post Wedding, Ini Kata Konsultan Pernikahan
    Belikan Istri Lingerie, Ini yang Harus Diperhatikan Suami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.