Yang Harus Dilakukan Saat Balikan dengan Mantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan meminta maaf. Shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan meminta maaf. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada kalanya, kembali menjalani hidup bersama mantan pasangan menjadi pilihan terbaik yang harus diambil. Tentu ini tidak akan semudah saat pertama kali menjalaninya. Terlebih, mungkin pernah ada luka yang menyebabkan trauma dan hilangnya kepercayaan terhadap mantan pasangan.

    Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi psikologi, menganjurkan kita melakukan tiga langkah kunci, agar pilihan kembali dengan mantan tidak mengulangi kesalahan yang sama:

    - Lihat ke belakang
    Telaah kembali apa yang pernah terjadi dengan hubungan Anda sebelumnya. Jika perlu, buat dalam daftar tertulis mengenai kebaikan dan kekurangan sang mantan. Buat daftar secara detail dan objektif. Jika Anda punya sahabat atau saudara yang cukup dekat dan cukup tahu tentang perjalanan kisah Anda dulu, ada baiknya meminta bantuan mereka.

    - Lihat hari ini
    Lihat diri Anda pada saat ini. Bandingkan dengan Anda yang saat dulu menjalin hubungan dengan mantan dalam hal usia, profesi, dan status. Jadikan hal tersebut sebagai pertimbangan. Misalnya, dulu mungkin karena sama-sama masih pelajar atau mahasiswa, faktor keuangan tidak terlalu masalah. Mungkin sekarang hal semacam itu malah menjadi pemicu konflik? Romantisme yang dulu, bisa jadi tidak seindah saat Anda harus menjalaninya lagi dengan orang yang sama tapi di masa kini.

    - Get up!
    Jika kedua hal di atas sudah dipertimbangkan masak-masak dan ternyata hasilnya adalah “tepat jika Anda kembali dengan mantan”, maka ada baiknya segera ambil tindakan. Bertemulah dan katakan hal-hal yang sudah Anda pertimbangkan. Dan nyatakan kesiapan Anda untuk memulai kembali hubungan.

    Anggia menambahkan beberapa hal sebagai pertimbangan, yakni masalah perpisahan terdahulu bukanlah hal yang prinsipil. Sekalipun prinsipil, sebaiknya Anda berdua telah memiliki solusi untuk itu. Juga ada baiknya jika Anda segera “membawa kembali” sang mantan kepada keluarga terdekat, sahabat terdekat, yang mengetahui sejarah Anda berdua.

    “Karena tidak jarang, luka Anda sudah hilang, tapi luka orang-orang terdekat Anda terhadap kesedihan Anda dulu masih membekas. Maka jelaskan dan beri gambaran tentang proses pengambilan keputusan kembalinya Anda dengan mantan, agar jangan sampai ketika hubungan mulai terjalin kembali, hambatan justru muncul dari orang-orang terdekat,” kata Anggia.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Mengenal ‘Keajaiban’ Teh Matcha
    5 Pertimbangan Sebelum Menerima Tawaran Kerja
    Menilik Makeup Atlet Renang Putri di Olimpiade Rio 2016


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara