7 Mitos tentang Kesuburan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan dan kesuburan. Shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan dan kesuburan. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Menjadi orang tua adalah harapan bagi setiap pasangan suami-istri yang mengharapkan momongan. Ada pasangan yang cepat mendapatkan buah hati, tapi ada juga yang memerlukan waktu untuk bisa menimang bayi.

    Perjalanan hidup setiap orang berbeda dan banyak mitos yang sering kita dengar tentang kehamilan. Di samping itu, bertebaran juga informasi tentang bagaimana cara agar cepat hamil dan meningkatkan kesempatan hamil. 

    Informasi yang simpang siur ini dapat membuat bingung pasangan yang ingin segera mendapatkan anak. Dalam menghadapi informasi tersebut, pasangan yang mendambakan anak perlu hati-hati dan mencerna dulu baik-baik. Berikut ini tujuh mitos tentang kehamilan yang harus diabaikan menurut laman Boldsky

    1. Berhubungan seksual pada siang hari mempercepat pembuahan
    Beberapa orang percaya bahwa berhubungan seksual pada siang hari dapat mempercepat pembuahan. Sejatinya, tak ada bukti yang menguatkan anggapan itu. Pembuahan dapat terjadi jika kedua pasangan dalam kondisi sehat.

    2. Semakin sering berhubungan seksual dapat meningkatkan peluang hamil
    Proses kehamilan akan terjadi jika sperma dapat membuahi sel telur dalam masa ovulasi.

    3. Naik sepeda mengurangi jumlah sperma
    Tidak ada bukti klinis mengendarai sepeda dapat mengurangi jumlah sperma. Banyak atlet sepeda profesional mempunyai anak. Jadi ini hanya mitos.

    4. Menempatkan es di atas organ reproduksi pria meningkatkan jumlah sperma
    Tidak ada hubungan ilmiah antara es dan jumlah sperma. Yang jelas, tindakan ini hanya akan membuat organ reproduksi pria mati rasa.

    5. Periode haid tidak teratur
    Banyak wanita yang mengalami periode haid tidak teratur. Hal ini bukan patokan seseorang dapat hamil atau tidak. Bagi sebagian wanita, ketidakteraturan ini dapat menjadi pertanda ada sesuatu dengan kesuburannya. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan berkonsultasi ke dokter.

    6. Penyakit alat kelamin memicu ketidaksuburan
    Ketidaksuburan seseorang tidak disebabkan semata-mata akibat penyakit alat kelamin. Orang yang pernah terjangkit penyakit alat kelamin dan telah dinyatakan sembuh memiliki peluang untuk mempunyai anak.

    7. Wanita tak bisa hamil jika ia tidak merasakan orgasme
    Ini mitos belaka. Kehamilan tidak ada kaitannya dengan orgasme. Kehamilan dapat terjadi saat sperma dapat membuahi sel telur.

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    3 Pantangan Memakai LinkedIn
    Anak di Atas 5 Tahun Masih Ngompol, Itu Tidak Normal
    Istri Cantik, Anak Sehat, Hidup Mapan, Kok Masih Selingkuh?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.