5 Pertimbangan Sebelum Menerima Tawaran Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berpikir/menimbang. Shutterstock.com

    Ilustrasi berpikir/menimbang. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mendapatkan tawaran pekerjaan adalah sesuatu yang menggembirakan mengingat perjuangan mencari pekerjaan sangat keras. Sebab itu, tak jarang seseorang yang mendapat tawaran pekerjaan langsung mengambil keputusan untuk menerima tawaran tersebut, tanpa piker panjang.

    Semestinya jangan terburu-buru. Ada beberapa pertimbangan sebelum Anda mengambil keputusan menerima atau menolak tawaran pekerjaan:

    1. Gaji bersih
    Saat Anda bernegosiasi gaji, entah itu gaji bulanan atau bayaran yang dihitung per jam, jangan hanya terpaku pada nilai totalnya saja. Penting untuk memperhatikan berapa besaran gaji bersih yang akan Anda terima.

    Hitunglah berapa banyak uang yang harus Anda keluarkan untuk ongkos berangkat dan pulang kantor? Berapa banyak untuk makan dan jajan? Belum lagi kebutuhan di rumah. Perhitungkan semuanya dengan jujur.

    2. Waktu dan biaya pergi-pulang kerja
    Soal waktu dan biaya ke kantor mungkin tak perlu dipikirkan jika tempat tinggal Anda dekat dengan kantor. Namun ketika jarak antara tempat tinggal dengan kantor cukup jauh, Anda bisa pilih:

    a. Mencari tempat tinggal atau kos di dekat tempat kerja
    b. Menempuh jarak pergi-pulang dengan kendaraan pribadi
    c. Menempuh jarak pergi-pulang dengan kendaraan umum

    Ketiga pilihan tersebut menentukan berapa lama waktu dan uang yang Anda habiskan di jalan.

    3. Jumlah uang untuk ditabung
    Uang tabungan perlu, terutama untuk ha-hal yang bersifat darurat, misalnya biaya kesehatan. Bahkan bisa juga untuk dana cadangan selama Anda berjuang mencari pekerjaan baru. Jika tidak digunakan untuk hal yang bersifat darurat, uang itu bisa Anda pakai untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti jalan-jalan, belanja, dan sebagainya. Jadi, perhitungkan adakah uang yang bisa Anda simpan untuk ditabung? Jika ya, berapa nilainya?

    4. Keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi
    Cari tahu waktu kerja yang berlaku di perusahaan itu, misalnya hari dan jam kerjanya. Cari tahu juga tugas, kewajiban, dan tanggung jawab yang akan Anda emban. Jangan sampai beban kerja berlebih, sehingga waktu Anda benar-benar habis tersita untuk bekerja. Pastikan Anda masih punya waktu untuk diri sendiri, keluarga, dan teman-teman.

    5. Kenali perusahaan yang dituju
    Inilah pentingnya mengetahui perusahaan atau tempat kerja yang Anda tuju. Saat hendak membuat keputusan, Anda bisa mempertimbangkan apakah perusahaan atau tempat kerja itu bisa mendukung karier, atau malah hanya akan membuat masa depan karier Anda redup.

    BUSTLE | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Anak di Atas 5 Tahun Masih Ngompol, Itu Tidak Normal
    Jelajah Kuliner Laut Sampai Dengkul Sapi di Pangandaran
    Pria yang Sering Naik Sepeda Motor Jarak Jauh Rentan Alami Infertilitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.