Jika Anak Sering Mengulur Waktu Tidur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menina-bobokan anak/ tidur dengan anak. Juniorsclub.com

    Ilustrasi ibu menina-bobokan anak/ tidur dengan anak. Juniorsclub.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu dalam periode menyusui, kerap terbangun pada tengah malam akibat tangisan bayi.

    Beranjak balita, permasalahan tidur beralih menjadi anak yang mengulur waktu tidur dengan berbagai alasan. Untuk mengatasi hal ini, konsultan tidur anak, Deborah Pedrick, menyarankan Anda untuk tidak menuruti keinginan anak tersebut, seperti dilansir laman US Weekly.

    "Ketika anak meminta minum, atau minta ditemani ke toilet hanya untuk mengulur waktu, buatlah interaksi dengannya seminimal mungkin. Kurangi intensitas berbicara dan eye contact Anda kepada anak. Lakukan hal tersebut hingga anak merasa kebiasaannya tersebut tidak berhasil menarik perhatian Anda."

    Selain itu, permasalahan lain yang juga kerap muncul adalah perilaku anak yang masuk ke kamar Anda di tengah malam. Mungkin sebagian orang tua tidak keberatan dengan perilaku anak tersebut. Namun, menurut Deborah, jika terus dibiarkan, perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan.

    Solusinya adalah dengan mengikat sebuah lonceng kecil pada pintu kamar Anda sehingga Anda menyadari kapan anak masuk ke kamar. Segera antar anak kembali ke kamarnya. Ulangi hingga anak menyerah dan tidak mengulangi kebiasaannya tersebut.

    Terakhir, Deborah mengingatkan para orang tua untuk mengawasi jam tidur siang anak supaya anak tidur tepat waktu di malam hari. "Jika jam tidur anak semakin malam, potonglah jam tidur siang anak secara perlahan sehingga anak dapat tidur cukup dan tepat waktu di malam hari."

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Supaya Bayiku Tidur Tepat Waktu
    Berapa Lama Waktu Tidur yang Benar?
    Perhatikan Waktu Tidur Anak Agar Tidak Depresi Kala Dewasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.