Mr. P Loyo karena Ponsel Itu Nyata Adanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telepon seluler di kantong celana pria. shutterstock.com

    Ilustrasi telepon seluler di kantong celana pria. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sering kali kita melihat lelaki menyelipkan telepon selular mereka di kantung celana bagian depan. Tapi tahukah Anda, khususnya kaum Adam, kebiasaan itu mengancam ‘masa depan’ Anda karena akan merusak kesuburan.

    Penelitian yang dilakukan oleh dosen Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Isna Qadrijati, menyimpulkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh ponsel bisa menurunkan kualitas sperma. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada kemampuan sperma dalam membuahi sel telur. Meskipun, “Dampaknya tidak terasa serta-merta,” kata Isna, seperti dikutip dari Majalah Tempo.

    Untuk anak-anak, bisa jadi efeknya lebih berbahaya karena daya tahan tubuh mereka masih lemah. Dampak radiasi ini bisa dirasakan 10-20 tahun kemudian, ketika mereka berusia produktif untuk berkembang biak.

    Kesimpulan ini didapat Isna ketika meneliti pengaruh radiasi ponsel terhadap kualitas sperma untuk menyelesaikan program doktor di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian berjudul “Pajanan Radiasi Gelombang Elektromagnetik Radiofrekuensi Telepon Seluler terhadap Kualitas dan Fungsionalitas Spermatozoa Manusia” itu mengantarkan Isna meraih gelar doktor pada Mei lalu.

    Isna melakukan riset tersebut karena khawatir melihat banyak bocah yang menggunakan ponsel. Ia yakin bahwa ponsel memancarkan radiasi non-ionisasi. Untuk melihat imbas dari radiasi ponsel tersebut, Isna mencari sampel sperma yang benar-benar sehat. Sperma tersebut ditempatkan di cawan petri dan mendapat nutrisi sehingga tetap sehat meski berada di luar kantong pelir. “Ada beberapa sampel, masing-masing berisi kurang lebih dua juta sel sperma,” katanya.

    Selanjutnya: Cara mengecek tingkat radiasi ponsel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.