Jam 'Tanggung' Bikin Mengantuk di Kantor, Kapan Itu Terjadi?  

Reporter

Ilustrasi ngantuk/tidur di kantor. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pada pukul berapakah para pegawai kantoran biasanya merasa mengantuk, bosan, dan pikiran mandek? Hasil sebuah survei yang melibatkan sekitar 2.000 pekerja menunjukkan pukul 14.22. Di jam-jam tanggung itulah konsentrasi dan produktivitas mulai menurun.

Hasil penelitian tersebut menyatakan  bahwa para pekerja mengalami kondisi buntu seperti itu tiga kali seminggu. Alasan paling umum dari keadaan tersebut adalah ruang kerja yang hangat, kurang tidur, dan volume pekerjaan yang mulai menurun.

Jumlah pekerja yang merasa lesu setelah pukul 14.00 itu bisa bertambah karena rata-rata peserta survei mengaku banyak rekan kerja mereka yang merasakan hal yang sama. Konsekuensi yang sering muncul akibat menurunnya konsentrasi adalah mengirim surel ke orang yang salah.

Sebagian pekerja mengaku tak paham apa yang dibicarakan orang lain saat rapat. Ada juga yang memanggil temannya dengan nama yang salah, membuat kesalahan fatal pada dokumen penting, dan menggantung telepon agar tidak bisa dihubungi.

Rata-rata, para pekerja itu menyalakan alarm untuk bangun pagi pada pukul 06.43 an pergi tidur pukul 22.29 sehingga waktu istirahat mereka sebenarnya tidak kurang. Namun rasa malas, mengantuk, atau bosan setelah makan siang tetap saja menjadi gangguan.

Ada beberapa cara untuk menghindari perasaan tersebut, misalnya dengan cara makan siang di luar sambil mencari udara segar, atau meminum kopi. Berikut 10 penyebab dan dampak dari rasa mentok tersebut.

Penyebab
1. Ruang kerja yang hangat
2. Kurang tidur di malam sebelumnya
3. Terlalu banyak perkerjaan
4. Tidak menikmati pekerjaan
5. Cuaca panas di luar
6. Makan siang terlalu banyak
7. Sibuk di pagi hari
8. Dehidrasi
9. Memikirkan masalah keuangan
10. Menyantap makan siang yang tak sehat

Akibat
1. Mengirim pesan atau surat elektronik ke orang yang salah
2. Datang ke rapat tapi tak paham yang dibicarakan
3. Memanggil orang dengan nama yang salah
4. Membuat kesalahan pada dokumen penting
5. Salah ejaan saat menulis surat penting
6. Menghindari panggilan telepon
7. Lupa ada rapat penting
8. Tertidur saat rapat
9. Tak memenuhi tenggat waktu pekerjaan
10. Salah bicara

DAILYMAIL | PIPIT


Artikel lain:
Memahami Lebih Jauh Soal Alergi Parfum
Hindari 6 Makanan yang Bisa Memicu Keracunan
Awas, Jangan Tertipu Mitos Keliru Soal Manfaat Cuka Apel






Heru Budi Harapkan Perusahaan Patuhi UU Soal Penyediaan Lapangan Kerja Bagi Difabel

3 hari lalu

Heru Budi Harapkan Perusahaan Patuhi UU Soal Penyediaan Lapangan Kerja Bagi Difabel

Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono Pj Gubernur Heru berharap perusahaan menyediakan lapangan kerja untuk difabel. Hal ini diatur dalam UU.


Airlangga Singgung Perlindungan Tenaga Kerja di Labour 20 Summit: Komunike Sudah Diserahkan

21 hari lalu

Airlangga Singgung Perlindungan Tenaga Kerja di Labour 20 Summit: Komunike Sudah Diserahkan

Menteri Airlangga Hartarto mengungkapkan unsur tenaga kerja sangat penting dan utama dalam berbagai perjanjian internasional.


Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,72 Persen, BPS: 4,25 Juta Tenaga Kerja Terserap

29 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,72 Persen, BPS: 4,25 Juta Tenaga Kerja Terserap

Kepala BPS Margo Yuwono menyatakan pertumbuhan ekonomi yang menguat mampu menyerap tenaga kerja sebesar 4,25 juta orang.


Bonus Demografi Indonesia, Jokowi: Bukan Beban, Tapi Kekuatan

31 hari lalu

Bonus Demografi Indonesia, Jokowi: Bukan Beban, Tapi Kekuatan

Jokowi menyebut bonus demografi yang saat ini dialami oleh Indonesia merupakan kekuatan.


Kemnaker Klaim Jumlah Tenaga Kerja Asing di RI Berkurang, Berikut Ini Datanya

37 hari lalu

Kemnaker Klaim Jumlah Tenaga Kerja Asing di RI Berkurang, Berikut Ini Datanya

Kemnaker menuturkan serapan tenaga kerja asing di Morowali hanya 4.000 orang atau sepersepuluh dari tenaga kerja lokal.


Dirjen Aptika Kominfo Sebut UU PDP Ciptakan Tenaga Kerja Baru

40 hari lalu

Dirjen Aptika Kominfo Sebut UU PDP Ciptakan Tenaga Kerja Baru

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan terbitnya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) bakal menciptakan profesi baru, yaitu Petugas Perlidungan Data Pribadi (PPDP).


Luhut : Aturan Pengganti SKB 2 Dirjen 1 Deputi TKBM Sebelum Akhir 2022 Sudah Implementasi

40 hari lalu

Luhut : Aturan Pengganti SKB 2 Dirjen 1 Deputi TKBM Sebelum Akhir 2022 Sudah Implementasi

Luhut menjelaskan aturan baru yang menggantikan SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi itu akan memperbaiki secara keseluruhan tata kelola TKBM di pelabuhan.


Bertemu Chair L20, Menko Airlangga Bahas Kondisi Tenaga Kerja Global

47 hari lalu

Bertemu Chair L20, Menko Airlangga Bahas Kondisi Tenaga Kerja Global

Menko Airlangga mengapresiasi L20 atas dukungannya dalam menyukseskan Employment Working Group


Binar PHK 20 Persen Karyawan, Bersiap Hadapi Dinamika Ekonomi Global

48 hari lalu

Binar PHK 20 Persen Karyawan, Bersiap Hadapi Dinamika Ekonomi Global

Binar, salah satu startup Edtech terkemuka di Indonesia, melakukan PHK sebesar 20 persen dari total karyawannya.


Terpopuler Bisnis: Bisnis yang Aman di Era Resesi, Pasar Tenaga Kerja Tahun Depan Lebih Dinamis

50 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Bisnis yang Aman di Era Resesi, Pasar Tenaga Kerja Tahun Depan Lebih Dinamis

Berita terpopuler ekonomi sepanjang Ahad kemarin dimulai dari jenis bisnis yang aman masa resesi adalah bisnis yang mengandalkan pasar domestik.