Kiat Aman Berkendara Sepeda Motor di Musim Hujan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Bulan ini, sebagian besar wilayah Indonesia telah kembali diguyur hujan. Akibatnya, jalanan digenangi air dan menjadi licin ketika basah, sehingga risiko saat berkendara pun semakin tinggi.

    Nah, bagi Anda pengendara sepeda motor diimbau untuk meningkatkan konsentrasi, memastikan hal-hal yang menunjang keselamatan berkendara, dan mengutamakan keamanan saat berkendara. Safety Riding Analyst Astra Motor, Michael Gerald, mengatakan bahwa pengendara sepeda motor sebaiknya memperhatikan safety riding dalam berkendara, baik dari segi peralatan penunjang maupun cara berkendara ketika sedang hujan.

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan pengendara sepeda motor agar aman berkendara:

    1. Helm
    Helm SNI (asli) merupakan piranti wajib dalam mengendarai sepeda motor, baik saat cuaca panas maupun hujan. Namun, Michael menyarankan helm yang digunakan saat kondisi hujan adalah helm jenis full face, agar sewaktu berkendara wajah dan mata tidak terganggu oleh guyuran air yang dapat menyebabkan terganggunya penglihatan dan konsentrasi.

    2. Jas Hujan
    Jas hujan diperlukan agar pakaian tidak basah dan mengganggu suhu tubuh pengendara. Michael menyarankan jas hujan yang digunakan berbentuk jaket dan celana. Tidak berbentuk jubah atau ponco karena jas hujan bentuk ponco beresiko tersangkut ke rantai atau roda. Selain itu, sebaiknya gunakan jas hujan berwarna cerah agar mudah terlihat oleh pengendara lain. Jangan sekali-kali menggunakan payung sewaktu berkendara.

    3. Sepatu
    Banyak pengendara yang menggunakan sandal ketika hujan karena takut sepatu yang digunakan basah. Padahal, Michael menjelaskan sebaiknya pengendara tidak menggunakan sandal karena akan berbahaya jika terjatuh atau terkena pantulan kerikil. Gunakanlah sepatu anti air atau minimal menggunakan cover sepatu.

    Jika terpaksa menggunakan sepatu biasa, jangan menapakkan kaki Anda di atas mesin (center backbone motor), khususnya jika Anda menggunakan sepeda motor cub, karena titik keseimbangan sepeda motor dan pengendara dapat berubah yang bisa memengaruhi pengendalian sepeda motor.

    4. Sarung tangan
    Menggunakan sarung tangan sewaktu hujan menjadi sangat penting. Hal ini diperlukan agar cengkraman tangan ke setang motor tetap maksimal. Agar lebih aman, pengendara disarankan menggunakan sarung tangan anti air.

    Selain perlengkapan berkendara di atas, Michael juga membeberkan beberapa cara aman mengendalikan sepeda motor di saat hujan, seperti berikut:

    - Menyalakan Lampu
    Menyalakan lampu utama saat berkendara merupakan hal wajib. Apalagi dalam kondisi hujan, agar mudah terlihat oleh pengendara lain. Namun, hindari menyalakan lampu darurat atau hazard sewaktu berkendara dalam kondisi hujan karena dapat membingungkan kendaraan lain. Lampu hazard hanya digunakan dalam kondisi darurat.

    - Pengereman dan Akselerasi
    Saat hujan, permukaan jalan dan ban berada dalam kondisi basah sehingga cengkraman/grip ban ke permukaan jalan menjadi tidak maksimal. Sewaktu akselerasi maupun mengerem usahakan lebih halus dan hindari mengerem secara tiba-tiba, sebab roda akan lebih mudah mengalami selip.

    Kemudian agar lebih aman, pengendara dihimbau untuk menghindari pemakaian ban tipe slik ketika hujan. Sebab, ban tipe ini tidak memiliki alur ban yang membuang air sehingga grip ban akan licin.

    - Melintasi Genangan Air
    Sewaktu melintasi genangan air, pengendara dianjurkan untuk mengurangi kecepatan dan melintasi genangan air secara perlahan. Hal ini dikarenakan cipratan air akan menghambat laju kendaraan secara tiba-tiba dan keseimbangan kendaraan dapat berubah secara drastis. Selain itu, ada kemungkinan genangan air menutupi jalanan yang berlubang. Karena itu, Anda harus berhati-hati saat melewatinya.

    Selain tip di atas, Michael juga menambahkan agar jika hujan sudah terlalu lebat dan disertai angin kencang, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus berkendara. “Carilah tempat berteduh yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas. Hindari berteduh di bawah pohon besar karena ada kemungkinan pohon tumbang yang dapat membahayakan diri Anda,” tutup Michael.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Kiat Mempererat Ikatan Ibu dan Anak
    Kunci Menjadi Pengusaha Sukses
    Cara Menemukan Selera Fashion Anda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.