Setelah Anoreksia, Kini Muncul Drunkorexia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • technorati.com

    technorati.com

    TEMPO.COJakarta - Istilah anoreksia mungkin sudah cukup akrab di telinga kita. Orang-orang yang menderita anoreksia menghindari makan karena takut gemuk. Penyakit ini sebenarnya lebih terkait dengan mental.

    Biasanya badan mereka kurus kering seperti orang dengan gizi buruk, dan kenyataannya memang demikian. Tak sedikit penderita anoreksia yang meninggal akibat kekurangan nutrisi dan mineral penting yang didapat dari makanan.

    Kini, muncul istilah baru, yakni drunkorexia, perpaduan dari kata drunk dan anorexia. Penderita drunkorexia sengaja membuat diri mereka lapar kemudian memperparah kondisinya dengan menenggak minuman beralkohol supaya lebih mudah muntah untuk menguras isi perut.

    Yang memprihatinkan, jumlah penderita drunkorexia ini terus bertambah. Ketimbang memilih makanan sehat untuk menurunkan berat badan, mereka lebih suka pada cara yang ekstrem. Ini disebabkan oleh pengaruh citra yang keliru mengenai tubuh ideal dan standar kecantikan.

    Kondisi negatif ini biasanya dialami para perempuan muda, tapi ada pula pria yang mengalaminya. Dalam kasus yang ekstrem, drunkorexia terkait dengan bulimia dan anoreksia. Alkohol pun digunakan sebagai pemicu agar muntah lebih mudah.

    Lalu apa akibat dari drunkorexia? Kombinasi dari membuat diri lapar dan kecanduan pada alkohol bisa berakibat fatal pada fisik dan psikis. Menenggak minuman keras saat tubuh dalam kondisi lapar dan kurang gizi bisa menyebabkan pingsan, keracunan alkohol, cedera akibat efek alkohol, penyakit, atau kekerasan.

    Meminum alkohol dalam keadaan perut kosong akan membuat etanol mencapai aliran darah dengan lebih cepat dan membuat kadar alkohol dalam darah segera naik. Akibatnya adalah risiko kerusakan otak, selain berkurangnya kadar nutrisi dan mineral dalam tubuh.

    Kondisi lebih berbahaya terjadi pada wanita karena tubuh pria bisa me-metabolisme alkohol lebih cepat dibanding lawan jenisnya. Pengaruh jangka pendeknya adalah masalah kognitif, termasuk kesulitan berkonsentrasi dan membuat keputusan, juga meningkatnya risiko gangguan makan dan kecanduan alkohol.

    NEWSWEEK | PIPIT

    Berita lainnya:
    5 Rahasia Awkarin yang Tak Kentara di Media Sosial 
    Jangan Geer, Pria Beri Perhatian Bukan Berarti Menyukaimu
    Yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anaknya Stres karena Les


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.