Suka Minum Kopi? Perhatikan Batas Maksimalnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kopi. Pixabay.com

    Ilustrasi kopi. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Minum kopi kini menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini ditandai dengan hadirnya berbagai kedai kopi (coffee shop) dan beragam cara untuk menikmati kopi. Namun, Anda juga perlu waspada, karena terlalu banyak mengkonsumsi kopi dapat membahayakan kesehatan.

    "Setiap orang punya limit yang berbeda di badannya. Kata dokter, minum kopi disarankan maksimal dua gelas dalam sehari, tapi ada juga yang tahan sampai puluhan gelas," ujar coffee expert Adi W. Taroepratjeka, saat ditemui di Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Agustus 2016.

    Besar-kecilnya kadar kafein dalam kopi juga tergantung pada jenisnya. Sebut saja kopi varian Arabika yang kadar kafeinnya separuh dari kopi Robusta.

    Kopi Robusta inilah yang banyak dipilih orang Indonesia untuk berbagai sajian kopi. Sedangkan di negara lain lebih banyak menggunakan jenis Arabika, karena khazanah rasanya yang lebih luas membuat kopi ini dapat mengikuti selera lidah di setiap negara.

    Namun, kadar kafein yang hanya setengahnya, bukan berarti kalau minum Arabika bisa dua kali lipat lebih banyak. "Semua kembali ke limit tubuh masing-masing," ucap Adi.

    Ingin tahu cara mudah mendeteksi seberapa tahan Anda minum kopi? Caranya cukup mudah. Kandungan kafein dalam kopi mampu meningkatkan detak jantung dan adrenalin. Jika Anda merasa detak jantung terlalu cepat sehingga tubuh lemas, segera hentikan kegiatan minum kopi.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Lagi Bad Mood, Pilih Baju Warna Apa Ya?
    Hindari 6 Makanan yang Bisa Memicu Keracunan
    6 Trik Supaya Tampil Wah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.