Ingin Berenang di Sungai atau Laut, Perhatikan Bahayanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak berenang. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak berenang. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Belakangan ini, popularitas berenang di alam bebas terus menanjak. Banyak orang bilang bahwa aktivitas ini bisa mengendurkan otot yang tegang, memperbaiki sistem kekebalan tubuh, bahkan dapat meredakan depresi dengan kualitas yang lebih baik dibanding berenang di kolam dengan air yang mengandung klorin tinggi.

    Berenang memang olahraga yang menyehatkan dan membuat rileks. Namun Anda perlu memperhatikan masalah yang sering dialami setelah berenang di perairan bebas. Salah satunya gatal-gatal yang dibarengi bercak-bercak merah di kulit. Masalah di kulit tersebut disebabkan oleh bakteri, hewan-hewan kecil, dan kotoran yang ada di air, baik sungai, danau, maupun laut.

    Bila Anda memilih berenang di sungai atau kanal, berhati-hatilah terhadap leptospirosis, atau infeksi bakteri yang disebabkan oleh kencing tikus. Kanal lebih berbahaya daripada sungai karena biasanya airnya tidak mengalir.

    Sungai di daerah urban juga berbahaya karena alirannya yang lambat dan banyak penumpukan sampah, sehingga rawan menjadi sarang tikus. Berhati-hatilah agar air sungai tidak tertelan atau terserap aliran darah lewat luka gores atau lecet.

    Bila ada luka di kulit, segera tutup dengan plester tahan air. Gejala yang bisa diakibatkan air kotor itu adalah panas tinggi, muntah, pusing, menggigil, dan lelah. Untuk mengatasinya, segera minum antibiotik.

    Bila laut yang menjadi pilihan untuk berenang, waspadalah terhadap serangan ubur-ubur. Sengatan ikan yang mirip agar-agar ini memang tidak mematikan, tapi cukup mengganggu karena menyebabkan gatal, perih, dan ruam-ruam merah.

    Untuk mengatasinya, cabut tentakel yang menempel dengan pinset dan tempelkan es pada bagian yang bengkak untuk mengurangi rasa sakit. Mencuci bagian kulit yang tersengat dengan air laut cukup membantu, tapi lebih baik lagi menggunakan cuka untuk menghilangkan reaksi kimia sengatan.

    Ubur-ubur bukan satu-satunya musuh di laut. Ada pula bulu babi, dengan duri-durinya yang tajam dan beracun. Sengatannya luar biasa sakit dan bisa membuat mati rasa. Bila tersengat, cepat cabut duri yang menancap agar tidak terjadi infeksi. Rendam bagian tubuh yang terkena duri dengan air hangat selama 30 menit untuk melunturkan racunnya.

    DAILYMAIL | PIPIT

    Berita lainnya:
    Tip Mudah Menghilangkan Bau pada Rambut
    Awkarin Buka-bukaan, Gaji Selangit, Haters, dan Bantuan Polisi 
    Yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anaknya Stres karena Les


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.