Kunci Menjadi Pengusaha Sukses

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bisnis. shutterstock.com

    Ilustrasi bisnis. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini, hampir setiap orang ingin menjadi pengusaha. Ada yang berhasil, tapi tak sedikit pula yang berakhir dengan kegagalan.

    Hal ini membuat sebagian orang meyakini, bahwa untuk menjalani wirausaha harus memiliki bakat. Padahal, untuk menjadi wirausahawan yang sukses, ada beberapa kunci rahasia yang bisa dipraktekkan:

    1. Disiplin
    Wirausaha pada mulanya adalah memberdayakan diri Anda sendiri. Maka Anda harus memiliki disiplin untuk mengatur jam kerja, memenuhi tenggat waktu, mengejar klien baru, dan menghindari gangguan menggoda, misalnya menonton televisi. Jangan buang-buang waktu.  

    2. Hemat
    Untuk mencegah diri bangkrut ketika pergerakan bisnis Anda melambat, maka Anda harus pandai berhemat. Anda harus berani memotong pengeluaran yang tidak perlu,seperti untuk keperluan menjamu basa-basi, perjalanan ekslusif, atau baju baru. Lakukan penghematan tidak hanya di masa surut, tapi juga di masa pasang. Bahkan penghematan di masa pasang bisa dilakukan lebih besar lagi agar tabungan Anda semakin banyak.  

    3. Percaya diri
    Agar berhasil menjual diri Anda kepada orang lain, Anda harus lebih dulu menjadi penggemar terbesar untuk diri Anda sendiri. Jika Anda saja tidak merasa yakin bahwa Anda yang terbaik, bagaimana orang lain bisa percaya? Dan bisnis tidak akan jatuh begitu saja ke pangkuan Anda. Bergeraklah terus mempromosikan diri, mintalah peluang, kapan dan di manapun selama itu memungkinkan.  

    4. Kemampuan komunikasi yang baik
    Klien tidak selalu mengungkap harapan atau keinginan mereka dengan jelas. Daripada menebak-nebak apa yang mereka inginkan, dengan risiko Anda salah dalam usaha memuaskan keinginan klien, lebih baik Anda ajukan sebanyak mungkin dan sedetail mungkin pertanyaan kepada klien. Percayalah, mereka tidak akan merasa terganggu, kok.  

    5. Rendah hati
    Ketika Anda melakukan kesalahan, akuilah dan segera meminta maaf. Kesombongan tidak pernah berhasil dalam bisnis apapun.

    6. Kejujuran dan integritas
    Ketika Anda bekerja sendiri, reputasi amatlah penting. Dalam dunia wirausaha, Anda adalah perusahan. Anda juga karyawannya. Segala sesuatu yang Anda lakukan akan berimbas langsung pada usaha yang sedang dibangun.

    7. Keterampilan pencatatan
    Sangatlah penting untuk mengetahui ketika Anda mendapatkan bayaran, ketika Anda berutang uang, berapa banyak uang bisnis yang ada dalam kas, berapa banyak yang bisa dikeluarkan, dan lain-lain. Dengan melakukannya, Anda akan segera mengetahui kesehatan usaha yang sedang dijalani. Apakah merugi atau untung, apakah ada peluang penghematan atau investasi, dan sebagainya.  

    8. Motivasi
    Anda tidak akan berhasil menjadi wirausaha jika aktivitas Anda sehari-hari lebih banyak dihabiskan dengan menonton televisi. Bahkan ketika Anda terpikir untuk bersantai, segera kesampingkan. Manfaatkan sebanyak-banyaknya waktu untuk mengoptimalkan usaha. Atau, jika Anda menginginkan waktu bersantai—atau untuk meraup peluang—yang lebih banyak, percepat tenggat waktu. Jangan selalu menunggu batas akhir.

    9. Keluwesan
    Akan ada waktunya Anda menjadi sangat-sangat sibuk. Pesanan yang tidak terduga, klien yang meminta mempercepat, dan lainnya. Tidak ada alasan untuk mengelak. Anda harus bersedia mengatur ulang jadwal kerja untuk mengakomodasi permintaan klien. Pembeli adalah raja, bukan?

    10. Kemampuan untuk mengatur batas-batas
    Penting untuk luwes, tapi penting juga untuk tetap mengatur batas-batas dan harapan yang realistis dengan klien Anda. Anda tidak perlu melakukannya secara eksplisit. Cukup terapkan norma-norma. Seperti tidak menjawab telepon dan email setelah jam kerja, tidak menerima tenggat waktu yang tidak masuk akal, atau negosiasi pembayaran di akhir. Terapkan saja itu secara konsisten, klien akan mengerti.

    11. Kesehatan yang baik
    Anggaplah, tidak akan ada yang membiayai seorang wirausaha yang sakit. Jika Anda sakit, maka usaha akan terhenti. Untuk menjamin kesehatan Anda dan keluarga, bayarlah asuransi kesehatan.

    12. Kemampuan untuk hidup seimbang
    Untuk jenis yang workaholik, mereka akan sulit untuk tahu kapan harus berhenti dan beristirahat. Sebaliknya bagi yang terlalu santai, akan sulit bagi mereka mengejar target-target dengan usaha yang sangat keras. Terlepas masuk kategori yang mana, ketika Anda bekerja untuk diri sendiri, Anda harus bisa mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Ini perlu dilakukan untuk menjaga kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap sehat dan seimbang.

    13. Rasa optimistis
    Anda tidak akan selalu memiliki pekerjaan yang bisa dilakukan. Jangan menyerah. Pertahankan pola pikir positif. Pasti akan segera datang sebuah peluang yang baik untuk Anda.

    14. Niat 
    Tanyakan kembali kepada diri Anda, apakah Anda benar-benar ingin menjadi wirausaha atau sekadar ingin? Lakukan ini sebelum mengambil risiko keuangan maupun karier. Pastikan apakah dengan berwirausaha akan memberikan kebaikan yang lebih untuk kehidupan Anda.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Waspadai Label Sehat dan Alami Pada Kemasan Makanan
    Fisioterapis: Sepatu High Heels Lebih Baik Ketimbang Datar
    Anak Tak Serta Merta Membalas Kasih Sayang Orang Tua Jika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.