Yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anaknya Stres karena Les

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidak konsentrasi saat belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi anak tidak konsentrasi saat belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar dua tahun silam, ramai beredar sebuah cerita tentang anak kecil berusia enam tahun yang terpaksa masuk rumah sakit jiwa karena kebanyakan les. Kebenaran cerita ini belum dapat dipastikan hingga sekarang. Namun, orang tua bisa belajar sesuatu dari sini.

    “Jika mendapati anak stres karena kebanyakan belajar, tidak lantas orang tua bisa memasukkan anak begitu saja ke rumah sakit jiwa,” kata Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Psikologi Westaria.

    “Kalau orang tua peka, punya waktu mengobrol, punya kedekatan yang baik dengan anak, masalah ini akan ketahuan dan bisa diselesaikan tanpa harus datang ke psikiater (dokter ahli jiwa) dan lalu dibawa ke rumah sakit jiwa,” lanjutnya.

    Karena anak-anak ini, walau stres karena kebanyakan belajar, sesungguhnya masih anak-anak yang normal. Masih bisa diajak bicara ketika diketahui ada masalah. Orang tua seharusnya mengajak anak ngobrol dan bertanya. Kemudian cari solusi. Misal, dengan tidak memaksakan anak les atau memindahkan tempat les anak.

    “Orang tua bisa ambil peranan saat anak diduga stres,” bilang Anggia. Langkah-langkahnya sebagai berikut ini.

    1. Peka
    Lakukan intervensi dini. Lihat dan kenali gejala-gejalanya.

    2. Komunikasi
    Bukan sekadar bertanya. Anak tidak suka ditanya karena terkesan menginterogasi. Baiknya mengobrol santai saja seperti sahabat.

    3. Cara alternatif
    Memang tidak semua orang tua (dan anak) bisa menerapkan gaya mengobrol santai dan panjang, maka lakukan cara pendekatan ini:

    - Terlibatlah secara fisik

    Orang tua bisa mengupayakan waktu lebih untuk berada di dekat anak, terutama saat anak sudah diduga ada masalah atau sudah stres.

    - Terlibatlah secara emosi
    Peluk, belai, cium, dan dekap. Anak akan bisa merasakan sinyal positif tanpa orang tua perlu banyak memberi penjelasan.

    - Terlibatlah secara pikiran
    Coba cari solusi bersama. Misal, paling ekstrem (boleh dilakukan jika memang perlu) seperti memindahkan anak dari sekolah atau tempat lesnya ke tempat baru yang lebih disukai anak.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Tanda Anak Stres dengan Rutinitas Belajar
    Kenali Kebiasaan Baru Anak Setelah Bersekolah
    Anak Sulit Konsentrasi dan Hiperaktif, Coba Terapi Musik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.