Waspadai Label Sehat dan Alami pada Kemasan Makanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Jangan percaya begitu saja pada label "sehat" di kemasan makanan. Menurut data dari laporan The Sydney Morning Herald, 47 persen makanan berlabel "sehat" justru tidak sehat.

    Kata "alami" yang terdapat dalam kemasan juga tak boleh dipercaya begitu saja. Tetap saja dalam makanan tersebut terdapat kandungan bahan-bahan yang tidak alami.

    Jenis makanan yang sering mengandung bahan tidak sehat adalah cokelat atau wafer batang, saus tomat, permen loli, es krim wafer, dan keripik. Produk makanan tersebut mengandung banyak gula, garam, atau lemak.

    "Kata 'alami' dicantumkan pada banyak produk, padahal itu bukan cara untuk membantu menilai produk tersebut," ujar Alison McAleese dari lembaga kesehatan LiveLighter Victoria.

    McAleese mengimbau konsumen untuk tidak teperdaya kata "alami" atau "sehat" pada berbagai produk makanan. Lebih baik telitilah bahan-bahan dasar makanan tersebut, yang biasanya juga dicantumkan pada kemasan. "Bila kita melihat kata gula, lemak, dan garam dalam daftar bahan baku, kita pasti sadar bahwa produk itu tidak sehat," kata McAleese.

    Sayangnya, penggemar makanan dalam kemasan, terutama yang manis, adalah anak-anak. Karena itu, orang tua harus lebih bijaksana dalam memberi camilan kepada anak-anak, jangan sampai memberikan efek buruk pada kesehatan mereka, termasuk obesitas.

    PIPIT

    Artikel lain: 
    Memahami Lebih Jauh Tentang Alergi Kucing
    Tetap Feminin Pakai Parfum Pria, Ada Triknya
    Fisioterapis: Sepatu High Heels Lebih Baik Ketimbang Datar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.