Tasya Kamila Merancang Mimpi Jadi Menteri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tasya Kamila. Dok. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Tasya Kamila. Dok. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Shafa Tasya Kamila tengah merancang mimpi menjadi menteri. Tak lama lagi Tasya akan berangkat ke Amerika untuk mengambil studi S2 di Columbia University, Amerika Serikat melalui beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Di sana, Tasya memilih mendalami ilmu administrasi publik demi mengejar cita-citanya.

    “Menteri itu figur yang memiliki dampak lebih besar ke masyarakat karena berwenang membuat kebijakan,” kata Tasya kepada Tempo di Jakarta, Kamis 28 Juli 2016. Dara berusia 23 tahun ini sadar betul dia punya suara dan bisa membawa perubahan. “Aku mau memakai suara itu untuk menghasilkan impact yang lebih besar.”

    Lantas, menteri bidang apa yang bakal dibidik Tasya? “Aku belum tahu. Tapi selama ini aku concern di isu lingkungan,” ujar perempuan kelahiran 22 November yang telah sepuluh tahun menjadi duta lingkungan ini.

    Sebelum benar-benar menjadi menteri, Tasya sudah punya sosok wanita yang menjadi idolanya. Siapa dia? “Aku selalu adorable sama Ibu Sri Mulyani,” ujarnya mantap. Tasya mengaku senang Sri Mulyani kembali menjabat Menteri Keuangan dan berharap dia bisa membuat terobosan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pencapaian pemerintah. “Dia orang hebat. Selain pintar, pernah menjabat Chief Operating Officer World Bank. Itu kan suatu kebanggaan buat perempuan.”

    Tasya ingat ketika dia dan orang tuanya bertemu keluarga Sri Mulyani di Washington DC, Amerika Serikat. Saat itu, mereka mengadakan pertemuan santai di hari libur. “Ibu Sri Mulyani masih sempat momong dengan menggendong cucunya,” ujarnya. “Walaupun menjadi wanita yang hebat dan karirnya bagus, dia tidak melupakan kodratnya sebagai wanita dan ibu.”

    Nah, buat perempuan muda yang masih menerawang seperti apa masa depan mereka nanti, Tasya punya tip untuk menemukan passion. “Kerahkan semangat dan energi kalian untuk hal-hal yang positif,” ujarnya. Caranya, “get inspired as much as possible,” sebagaimana Tasya mendapat inspirasi dari sosok Sri Mulyani. Selain itu, dia menyarankan agar para remaja putri mengikuti berbagai kegiatan.

    “Harus berani keluar dari zona nyaman. Sebab, saat itulah kita akan tahu seberapa besar potensi diri untuk sukses di suatu bidang atau berhasil menaklukkan tantangan,” kata Tasya. Ada berbagai macam kegiatan sosial yang bisa dilakukan untuk mengetahui minat dan bakat, salah satunya, menurut Tasya, adalah Marina Beauty Journey.

    “Ikut aja kontes dan kegiatan positif, ketimbang mantengin media sosial terus,” ucapnya. “Atau jadi relawan misalnya, sehingga memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat dan berdampak positif untuk diri sendiri.”

    Kekhawatiran Tasya akan generasi muda yang belum mengetahui apa minat dan bakat mereka terbukti nyata. Dari jajak pendapat yang dilakukan Marina terhadap lebih dari 500 perempuan berusia 15-30 tahun, terungkap bahwa 45 persen dari mereka merasa tidak yakin dan tidak percaya diri akan potensi dirinya. Sedangkan 40 persen masih bingung akan minatnya.

    Psikolog dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan proses pencarian minat dan bakat semestinya dilakukan saat anak memasuki sekolah menengah pertama. “Ini merupakan masa penting untuk belajar membantu orang lain, berpikir kritis, dan membangun rasa percaya diri,” katanya. Sebab itu, menyediakan ruang untuk bereksplorasi merupakan salah satu cara untuk membantu mereka menggali potensi serta mengembangkan minat dan bakat.

    Deputy General Manager Marketing Marina, Winny Yunitawati mengatakan program Marina Beruty Journey #SaatnyaBersinar bisa menjadi wadah eksplorasi minat dan bakat. Selain menggelar acara puncak pada akhir tahun 2016 di Bali, Winny mengatakan Marina juga akan melakukan roadshow ke sekolah dan kampus di sepuluh kota, yakni Medan, Palembang, Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Malang, Kediri, dan Banjarmasin.

    “Saat roadshow itu, kami juga mendatangkan pembicara inspiratif untuk mengisi sesi atau kelas public speaking dan lainnya untuk menginspirasi, menggali, dan memberi peluang bagi para perempuan muda untuk menunjukkan potensi dirinya,” ujarnya. Selama enam tahun terakhir, program tersebut telah menyentuh 112 ribu perempuan muda Indonesia.

    RINI KUSTIANI

    Berita lainnya:
    Memahami Lebih Jauh Tentang Alergi Kucing
    Sering Mengalami Deja Vu? Ada 3 Penyebabnya
    Mendeteksi Cara Marah Seseorang dari Zodiaknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.