Tetap Feminin Pakai Parfum Pria, Ada Triknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengenakan parfum. Shutterstock.com

    Ilustrasi mengenakan parfum. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Enak atau tidaknya aroma parfum tergantung selera masing-masing orang. Malah bisa jadi Anda merasa aroma parfum pria justru lebih menggoda ketimbang parfum wanita. Apalagi jika merasa bosan dengan aroma parfum wanita yang itu-itu saja.

    Karena itu, jangan ragu untuk mencoba menyemprotkan parfum pria. Agar tidak terkesan maskulin, Anda bisa mencoba trik berikut ini.

    1. Hindari aroma yang tajam
    Jika ingin mencoba parfum pria tanpa terasa terlalu maskulin, hindari parfum yang mengandung wewangian tajam, seperti aroma leather atau tembakau. Musk, wood, atau mint menjadi aroma yang paling mendominasi parfum khusus pria. 

    Anda juga dapat mencobanya, tapi pilih parfum yang mengkombinasikan aroma ini dengan wewangian lain yang lebih ringan. Seperti parfum Dolce & Gabbana Light Blue Pour Homme yang menggabungkan aroma Szechuan pepper yang maskulin dengan aroma citrus yang segar.

    2. Kombinasi aroma
    Mengkombinasikan aroma juga dapat dilakukan dengan cara mengaplikasikan produk lain yang mengandung wewangian, seperti lotion. Namun pastikan aromanya dapat melebur dengan harmonis dan tidak menghasilkan bau yang kontras.

    3. Membuat aroma tahan lama
    Berkebalikan dengan aromanya yang tajam, parfum pria justru dibuat dengan formula yang lebih ringan, sehingga kurang tahan lama jika dibandingkan dengan parfum wanita. Agar parfum lebih awet, semprotkan di area pergelangan tangan, belakang leher, dan belakang telinga.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Cara Merawat Pakaian dari Bahan yang Halus 
    Awas, Jangan Tertipu Mitos Keliru Soal Manfaat Cuka Apel 
    Dosa Kendal Jenner pada Kecantikan Diri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.