Mentimun, Makanan Super yang Terlihat Sederhana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Siapa yang tidak mengenal mentimun, buah lonjong berwarna hijau yang segar bila dimakan langsung, buat lalap, acar, atau disayur. Selain itu, mentimun memiliki banyak manfaat buat kesehatan dan kecantikan sehingga dijuluki makanan super, meski bentuknya terlihat sederhana dan harganya relatif murah.

    Apa saja manfaat mentimun buat kesehatan? Mentimun bisa membantu mengatasi dehidrasi karena mengandung 96 persen air dan menempatkannya di posisi teratas daftar sayuran dengan kadar air tertinggi bersama selada. 

    Statistik menunjukkan memakan mentimun setelah berolahraga berat bisa menghidrasi tubuh dua kali lebih efektif dibanding air putih atau minuman olahraga. Para ilmuwan memuji kandungan asam amino, gula alami, dan berbagai vitamin pada mentimun.

    Kebaikan lain dari buah atau sayuran yang kaya air adalah bisa membantu mengontrol berat badan. Semangkuk potongan mentimun mengandung hanya 15 kalori, tapi bisa membuat lebih kenyang dibanding buah-buahan yang lebih kering.

    Selain kalori yang rendah, mentimun mengandung lignan, jenis vitamin K yang bisa membantu mencegah kanker. Para peneliti juga memuji khasiat mentimun dalam melawan penyakit. Agar nutrisi mentimun bisa dirasakan secara maksimal, makan juga biji dan kulitnya karena mengandung serat tinggi.

    Mentimun juga populer karena manfaatnya buat kecantikan berkat kandungan asam asorbik dan asam kafeik di dalamnya. Taruh potongan mentimun pada mata untuk mengurangi warna hitam dan sembap di lingkaran mata dan trik ini sudah banyak digunakan para bintang dunia.

    Bila dicampur dengan air lemon, mentimun pun menjadi toner alami buat kulit. Mentimun juga memiliki efek menyejukkan sehingga baik untuk meredakan kulit yang terbakar sinar matahari.

    ALLRECIPES | PIPIT

    Artikel lain:
    Mendeteksi Cara Marah Seseorang dari Zodiaknya
    Produk Perawatan yang Aman untuk Kulit Berjerawat 
    Bekam, Terapi Tradisional yang Diminati Atlet Olimpiade


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.