Menanti Gebrakan Raf Simons, Direktur Kreatif Calvin Klein  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah jam tangan merk Calvin Klein dipamerkan dalam Festival Anti Korupsi di Graha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, 9 Desember 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Sebuah jam tangan merk Calvin Klein dipamerkan dalam Festival Anti Korupsi di Graha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, 9 Desember 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.COJakarta - Setelah spekulasi selama beberapa bulan terakhir, Calvin Klein menyatakan telah menunjuk Raf Simons sebagai chief creative officer yang baru. 

    Pengumuman ini datang hampir satu tahun setelah Simons melepas jabatan sebagai Direktur Kreatif Christian Dior pada Oktober 2015. Posisi prestisius itu kemudian ditempati Maria Grazia Chiuri.

    Sebagai Chief Creative Officer Calvin Klein yang baru, Simons bertugas mengawasi semua label produk fashion laki-laki dan perempuan. “Kedatangan Raf Simons sebagai chief creative officer menandakan babak baru yang penting untuk Calvin Klein,” ujar Steve Shiffman, CEO Calvin Klein. "Saya yakin keputusan ini akan mendorong merek Calvin Klein semakin melejit pada masa depan.”

    Simons akan membuat koleksi pertamanya untuk musim gugur atau musim dingin tahun ini. Desainer asal Belgia tersebut dikenal dengan desain yang minimalis sekaligus bernilai seni tinggi. Shiffman menambahkan, selama ini Simons telah memberikan kontribusi luar biasa serta membentuk dan memodernisasi fashion seperti saat ini.

    Selain pindah ke Calvin Klein, beberapa merek legendaris Amerika juga mengambil keputusan penting tahun ini. Maret lalu, Marc Jacobs memutuskan menutup jalur difusi LVMH miliknya. Marc by Marc Jacobs juga dilaporkan sedang menyiapkan IPO. 

    ELLE UK | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    6 Cara Menghindari Varises
    Ayam Vs Ikan, Mana yang Lebih Baik buat Kesehatan?
    Jangan Geer, Pria Beri Perhatian Bukan Berarti Menyukaimu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.