7 Tip Resign dengan Tetap Menjaga Reputasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wawancara kerja. Shutterstock.com

    Ilustrasi wawancara kerja. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengundurkan diri atau resign dari perusahaan tempat kita bekerja bisa menjadi langkah berat bagi sebagian orang. Banyak alasan orang mundur dari perusahaan tempat dia bekerja, diantaranya, mendapatkan tawaran pekerjaan lain dan gaji yang lebih baik, tidak lagi betah, atau ada masalah dengan rekan atau atasan.

    Apapun alasan resign, sebaiknya lakukan dengan cara yang baik untuk menjaga reputasi Anda di perusahaan tersebut dan calon perusahaan baru. Terlebih jika latar belakang pendidikan akan menentukan di mana Anda bekerja kelak. Bukan mustahil perusahaan baru akan menyewa tenaga profesional untuk menelisik latar belakang pendidikan dan karier calon karyawannya.

    Berikut ini beberapa tip mengundurkan diri secara profesional seperti dilansir boldsky:

    1. Pastikan atasan mendengar langsung
    Tentu Anda mungkin tak sabar untuk memberitahukan rencana pengunduran diri pada teman di kantor. Sebelum atasan mendengarnya dari orang lain, sebaiknya Anda segera menghadapnya dan menyampaikan sendiri.

    Dengan begini, kabar pengunduran diri Anda tidak menjadi desas-desus di antara rekan kerja? Bukan tidak mungkin juga bakal tersebar isu perihal alasan Anda mengundurkan diri yang belum tentu benar.

    2. Nyatakan mundur dengan menghadap atasan
    Mintalah atasan untuk meluangkan waktunya. Setelah kalian bertemu, jelaskan kepadanya alasan Anda mengundurkan diri. Jangan pernah menyatakan resign melalui perantara, entah itu surat elektronik (email), apalagi lewat pesan singkat karena itu menunjukkan Anda tidak profesional. Sebaiknya diskusi dengan atasan mengenai rencana tersebut, dan dengar masukan darinya tentang langkah yang Anda ambil.

    3. Jangan simpan rahasia
    Jangan menyimpan rahasia tentang kenapa Anda mengundurkan diri. Walaupun itu karena hal pribadi, sebaiknya ungkapkan saja. Keterbukaan Anda akan membantu melepaskan masalah emosional yang selama ini mengganjal.

    4. Wawancara resign
    JIka umumnya wawancara dilakukan saat mulai bekerja, maka mulailah melakukan wawancara saat resign. Pada wawancara ini, Anda bisa menyampaikan kesan dan pesan selama bekerja, termasuk kepuasan dan ketidakpuasan selama bekerja. Inilah waktu yang tepat buat Anda untuk memberikan masukan yang positif untuk memperbaiki kondisi perusahaan.

    5. Tetap produksif sampai hari terakhir bekerja
    Umumnya orang yang berniat resign sudah enggan untuk bekerja secara maksimal seperti biasanya. Jangan lakukan itu. Ketika berniat mengundurkan diri, justru Anda harus tetap bekerja maksimal hingga hari terakhir termasuk menuntaskan tugas yang belum selesai. Dengan begitu, pekerjaan lama Anda tidak akan menjadi beban orang lain.

    6. Memfasilitasi transisi pekerjaan
    Sebelum resign, pastikan pengganti Anda tahu apa tugasnya dan bisa melanjutkan pekerjaan Anda. Berikan penjelasan singkat termasuk tugas yang belum selesai, metode, dan kebiasaan Anda bekerja.

    7. Meninggalkan catatan positif
    Selalu ingat untuk menghargai organisasi Anda, termasuk juga atasan atau rekan kerja terdahulu. Ketika Anda resign, tinggalkan kesan positif tentang rekan lainnya, dan pastikan Anda tetap bisa berhubungan dengan mereka, walaupun sudah tidak lagi di perusahana yang sama.

    BISNIS.COM

    Berita lainnya:
    8 Alasan Cinta Bisa Bikin Orang Mabuk Kepayang
    Penyebab Bayi dalam Kandungan Terlilit Tali Pusar
    Pakai Bahan Wol di Daerah Beriklim Tropis, Kenapa Tidak?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.