Agar Anak Bijak Mengelola Uang Saku

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi uang saku anak. Shutterstock.com

    Ilustrasi uang saku anak. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Urusan memberikan uang saku kepada anak memang bukan hal sepele. Sejak kapan anak bisa diberikan uang saku?

    Pakar perencana keuangan, Mike Rini Sutikno, mengatakan sejak masih sekolah dasar sebetulnya anak sudah bisa diberi uang saku, terutama ketika anak sudah mulai membicarakan biaya untuk keperluan kegiatan sekolahnya. "Ini tanda-tanda anak sudah bisa diberi uang saku," ujarnya. Menurut Mike, dengan memberi uang saku itu, anak juga secara tak langsung sudah mulai diajari mengelola uang.

    "Bagaimana akan mengajari pengelolaan uang saku kalau anak tak diberi uang," katanya. "Dan mengajari anak mengelola uang tak perlu memakai metode muluk-muluk atau modern," kata Mike. "Itu bisa diajarkan lewat permainan." Metode sederhana lainnya adalah dengan memperlihatkan transaksi keuangan kepada anak.

    Dan sebaiknya, kata Mike, orang tua tak usah ikut campur dalam pengelolaan uang milik anak. Orang tua cukup memberi pengarahan saja. "Keputusan tetap di tangan anak," ia menjelaskan. Lalu, ketika anak berhasil mengelola uangnya dengan baik, tak perlu diberi pujian atau penghargaan segala. "Sebab, itu sudah kewajiban si anak," ujar Mike.

    Berikut ini cara mengajarkan anak tentang mengelola uang.

    1. Mengelola uang memang bukan hal sepele, tapi bisa diajarkan dengan permainan. Misalnya lewat permainan monopoli.

    2. Tekankan bahwa tak ada uang yang didapat dengan cuma-cuma.

    3. Beri kepercayaan kepada anak untuk belajar mengelola uang sakunya sendiri.

    4. Ajari anak tidak hanya manfaat uang, tapi juga tanggung jawab terhadap uang saku.

    5. Beri uang saku secukupnya.

    6. Beri anak kesempatan mengelola uangnya sendiri, dan orang tua cukup mengarahkan saja.

    7. Sepakati besaran uang saku. Bicarakan dengan terbuka kebutuhan anak, tapi jangan lupa sesuaikan dengan kemampuan orang tua.

    8. Sepakati pula pola pemberiannya. Bisa harian, mingguan, bulanan, tunai atau melalui bank.

    9. Sekali-sekali salah dalam pengelolaan uang, itu bukan masalah. Sebab, anak bisa belajar dari kegagalan itu.

    10. Jika jatah uang sakunya habis, anak bisa mendapat tambahan. Konsekuensinya, uang saku bulan berikutnya dipotong.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Yuk, Ajari Anak Mengelola Uang
    Anak Pintar Saja Tak Cukup, Apalagi?
    Kiat Sukses 'Menginterogasi' Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.