Kiat Memilih Daycare yang Aman bagi Buah Hati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penitipan anak (daycare). shutterstock.com

    Ilustrasi penitipan anak (daycare). shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua orang tua beruntung dapat memantau tumbuh kembang buah hatinya selama 24 jam. Sebagian orang tua terpaksa meninggalkan anaknya yang masih kecil untuk bekerja.

    Untuk memastikan buah hatinya mendapat perhatian penuh selama ditinggal bekerja, banyak orang tua yang memilih menitipkan anak ke fasilitas daycare dengan pengasuh yang bisa dipercaya.

    Selain mendapat pengasuhan, anak yang dititipkan di daycare juga dibekali dengan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya. Sehingga, para orang tua tidak perlu merasa khawatir anaknya akan ‘terlambat belajar’.

    Banyak orang tua yang pada akhirnya merasakan manfaat daycare sebagai fasilitas pembantu mereka dalam mendidik anak.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menitipkan putra-putri Anda di daycare:

    Pertama, sebisa mungkin carilah daycare yang dekat dengan tempat kerja atau rumah orang tua. Hal tersebut untuk memudahkan pemantauan terhadap anak, dan agar orang tua tidak terlalu cemas berjauhan dengan anaknya.

    Kedua, memantau interaksi para pengasuh didaycare dengan anak-anak yang dititipkan.

    Ketiga, sebelum memutuskan untuk menitipkan anak, cari tahu terlebih dahulu program apa saja yang ditawarkan oleh daycare tersebut. Jangan lupa, cari tahu juga testimoni dan referensi dari sumber-sumber atau pengguna jasa lain yang bisa dipercaya.

    Dari segi psikologis, anak-anak khususnya yang berusia di bawah 12 bulan harus terus memiliki kelekatan dengan orang tuanya. Jadi, meskipun orang tua terpaksa menitipkan anak didaycare, bukan berarti mereka bisa lepas tangan dengan tugas pengasuhan.

    “Orang tua harus betul-betul paham dan terlibat dengan apa yang dilakukan anaknya di tempat penitipan dan sampai sejauh mana perkembangannya. Ketika sudah sampai di rumah, pastikan si bayi sudah kembali menjadi tanggung jawab ortu,” kata Psikolog Anak dan Keluarga dari Mediacare Clinic Jakarta, Anna Surti Ariani.

    Menurutnya, sesibuk apapun orang tua, selama mereka masih banyak terlibat dan berinteraksi dengan anaknya dalam proses belajar, si kecil tidak akan kehilangan pertalian batin dengan orang tuanya. Jadikan daycare hanya sebagai ‘tambahan’ caregiver bagi anak.

    Lebih lanjut, dia mengimbau agar orang tua bekerja mencari tempat penitipan anak yang memiliki pengasuh yang memang benar-benar sayang anak. “Kalau pengasuhnya sekadar pintar, dia belum tentu sabar dan peduli menghadapi anak kecil.”

    Selain itu, lanjutnya, rajin-rajinlah bertanya pada orang tua lain yang menitipkan anaknya di daycare tentang pengasuh yang menangani buah hatinya. Tanyakan pendapat mereka sebagai referensi tambahan.

    Jika Anda sibuk bekerja, tidak perlu ragu untuk menitipkan anak ke fasilitas daycare. Fasilitas tersebut justru akan membantu Anda memenuhi hak-hak anak untuk mendapatkan pengasuhan, perhatian, kasih sayang, dan pendidikan yang cukup.

    Namun, tetap pastikan Anda memilih daycare yang tepat dan bisa membawa manfaat bagi si kecil, dan bukan malah menjadi sumber trauma baginya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Resep Pepes Ikan Mas Tatar Sunda
    Mulailah dari Sekarang, 8 Rahasia Sederhana Hidup Sehat
    6 Alasan Anda Mesti Memilih Makanan Organik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.