Sepatu Olahraga Sudah Waktunya Diganti, Apa Saja Tandanya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atletik. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Atletik. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.COJakarta - Tak bisa dipungkiri, melihat banyaknya sepatu olahraga dengan berbagai model dan warna akan membuat kita tergiur. Rak terus ditambah sepatu baru meski yang lama belum perlu diganti dan masih layak pakai.

    Namun ada kalanya kita perlu membeli sepatu olahraga baru karena yang lama sudah tak bisa digunakan lagi, meski secara fisik masih bagus. Berikut ini beberapa alasan perlunya mengganti sepatu olahraga dengan yang baru.

    1. Sudah terlalu lama dipakai
    Kendaraan perlu diservis setelah menempuh jarak tertentu. Begitu juga dengan sepatu lari yang perlu diganti bila kilometer sudah melewati angka 500. Buat banyak pelari, bila sudah melewati jarak begitu jauh, mereka akan merasa tak nyaman lagi dengan sepatu lama karena bantalan kaki yang sudah tidak nyaman. Namun ada pula pelari yang bertahan hingga 1.000 kilometer atau sekitar satu tahun sebelum mengganti sepatunya dengan yang baru.

    2. Sakit saat dipakai
    Sepatu tidak enak dipakai, membuat kaki sakit, atau lecet setelah dipakai berlari beberapa jauh. Tanda-tanda itu juga menjadi pengingat bahwa kita harus membeli sepatu baru.

    3. Rusak
    Kita sering mengamati sepatu dan mengevaluasi apa saja yang tidak beres. Beberapa tanda di antaranya adalah sol bagian tengah yang sudah keriput, bahkan retak, karet sol bagian luar sudah keras atau rusak, bagian atas sepatu menipis bahkan sobek atau berlubang, dan lapisan dalam di bagian alas kaki sobek.

    4. Terlalu lama disimpan
    Sepatu yang jarang dipakai bukan berarti awet. Sepatu juga punya umur. Banyak orang yang mendapati sol sepatu mereka lepas atau patah karena terlalu lama disimpan. Sepatu harus sering digunakan untuk membuatnya terus berfungsi.

    5. Punya target berbeda
    Banyak pelari yang memiliki target sendiri dan ini mempengaruhi jenis sepatu yang dipilihnya. Bila ingin berlari lebih jauh, misalnya maraton, gunakan sepatu dengan bantalan kaki yang lebih baik. Kalau ingin berlari lebih cepat, gunakan sepatu yang lebih ringan karena responsif. Jangan gunakan sepatu yang salah, misalnya bermain tenis atau sepak bola dengan sepatu lari atau sebaliknya, berlari dengan sepatu tenis atau sepak bola. 

    6. Ukuran tubuh berubah
    Bukan hanya anak yang sedang tumbuh yang mengalami perubahan ukuran kaki. Orang dewasa juga bisa mengalaminya bila terjadi perubahan bentuk tubuh, misalnya lebih kurus atau lebih gemuk, sehingga biomekanik kaki juga berubah.

    7. Berbau tak sedap
    Makin lama dipakai, makin banyak keringat yang mengendap di sepatu dan membuat bau sepatu makin tidak sedap.

    MASHABLE | PIPIT

    Berita lainnya:
    Masihkah Kita Percaya pada Kebetulan?
    5 Jenis Toner Alami dan Cara Membuatnya
    7 Aktivitas Pagi untuk Menyongsong Kesuksesan Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.