Ibu, Jangan Percaya pada Mitos Menyesatkan Soal Menyusui  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ilustrasi. Dok: StockXpert

    Foto ilustrasi. Dok: StockXpert

    TEMPO.COJakarta - Banyak wanita yang enggan menyusui bayinya karena khawatir dengan efek samping buat tubuhnya. Selain itu, mereka menganggap belajar menyusui proses yang rumit. Masalahnya, banyak ibu yang mendengar opini atau mitos yang keliru soal menyusui. Berikut ini beberapa di antaranya.

    Mitos: Menyusui merusak bentuk payudara
    Sebuah opini yang sungguh keliru dan biasanya dilontarkan oleh laki-laki. Menyusui diisukan bisa membuat payudara turun dan kendur. Menurut pakar parenting Pinky McKay, kondisi itu lebih disebabkan oleh kehamilan. Selama kehamilan, payudara pun ikut membesar dan membuat jaringan membesar. Setelah melahirkan, payudara kembali ke bentuk normal dan mengakibatkan payudara terlihat kendur dan turun.

    Mitos: Butuh jarak antara waktu menyusui
    Banyak yang berpendapat waktu menyusui harus diberi jarak agar payudara kembali terisi susu dulu sebelum mengeluarkannya lagi. Padahal produksi susu itu sesuai dengan kebutuhan. Makin banyak susu yang keluar, maka banyak pula yang diproduksi oleh tubuh. Bila diberi jarak waktu, tubuh justru akan menerima sinyal untuk memperlambat produksi susu.

    Mitos: Tak ada kebaikan dari ASI setelah tiga bulan
    Lagi-lagi pendapat keliru yang sering didengar para ibu. Banyak yang berhenti menyusui setelah bayi berusia tiga atau enam bulan dengan alasan air susu ibu (ASI) sudah tak ada gunanya lagi. 

    "Terus menyusui akan memberi anak sumber nutrisi penting dan perlindungan kesehatan, berapa lama pun bayi menyusu," kata McKay di Dailymail.

    Mitos: Bayi yang minum ASI susah tidur
    ASI lebih mudah dicerna dibanding susu formula sehingga akan membuat bayi terlelap. Hormon yang ada pada ASI justru membuat bayi rileks dan membantu tidurnya.

    Mitos: Jumlah susu yang bisa dipompa adalah penanda stok susu
    Seperti yang telah disebut sebelumnya, produksi susu bergantung pada seberapa sering ibu mengeluarkannya. Jumlah yang bisa dipompa juga sering menjadi penanda stok susu dalam tubuh. Namun ada wanita yang sulit mengeluarkan susu bila dipompa tapi susu akan mengalir lancar bila diisap langsung oleh bayi.

    Mitos: Ibu harus minum susu untuk memproduksi susu
    "Pernahkah Anda melihat sapi meminum susu? Tidak, kita tak perlu meminum atau memakan sesuatu yang spesifik untuk memproduksi susu. Sebaliknya, bila meminum terlalu banyak susu, kita mungkin menyingkirkan makanan bergizi lain yang sebenarnya baik untuk kesehatan," kata McKay.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.