Fobia Berkomitmen, Atasi dengan 5 Cara Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi banyak orang, berhubungan atau berkomitmen dalam pernikahan adalah suatu impian. Namun, ternyata tak sedikit yang justru takut melakukannya. Alasannya bermacam-macam, mulai dari hilangnya kepercayaan, trauma, atau juga tidak percaya dengan pernikahan.

    Bahkan, beberapa orang cenderung menjadi fobia dalam pernikahan atau berkomitmen, sehingga mereka sulit menikah dan bahkan merasa enggan berkeluarga. Pada akhirnya, mereka memutuskan menjalani hidup sendirian.

    Fobia semacam ini tentunya bisa memberikan dampak yang cukup mengganggu psikologi seseorang. Namun, tak perlu khawatir. Fobia ini bisa disembuhkan dengan cara sepeti berikut:

    1. Kubur masa lalu
    Anda mungkin memiliki satu atau banyak hubungan di masa lalu yang tidak berhasil karena alasan yang hanya diketahui Anda. Cara Anda berpisah dengan pasangan dapat memberikan mimpi buruk bahkan hingga sekarang, dan mungkin, adanya luka-luka hati yang belum sembuh.

    Namun, Anda akan melakukan kesalahan besar jika tetap hidup untuk masa lalu dan ragu-ragu untuk memulai hubungan baru. Ini saatnya menghapus kenangan dan mulai melihat ke depan untuk sebuah kehidupan percintaan baru dengan pikiran optimistis.

    2. Berhenti menjadi egois
    Seseorang commitmentphobic biasanya terobsesi kepada diri sendiri. Anda cenderung mementingkan preferensi dan emosi ketika memiliki masalah komitmen. Sebab itu Anda cenderung mengabaikan orang lain.

    Mulai sekarang, perhatikan orang lain. Baik itu rekan kerja, teman sekolah, atau orang-orang yang Anda temui. Cobalah membantu masalah mereka dan menjadi bagian dari kebahagiaan mereka.

    3. Luangkan waktu dengan pasangan lain
    Mengingat sifat karakter dari seseorang yang mengalami masalah ini, ada kemungkinan dia cenderung sering sendirian dan hanya percaya pada hubungan jangka pendek. Meskipun itu baik-baik saja, pastikan bahwa Anda meluangkan waktu untuk mengembangkan persahabatan dengan pasangan menikah  yang percaya dalam hubungan jangka panjang. Relasi ini kemungkinan akan memicu kebutuhan Anda untuk memilih partner hidup.

    4. Kenali diri sendiri
    Lakukan analisis diri dan mengenal apakah Anda benar-benar ingin mengubah keberuntungan dalam hubungan baru? Jika Anda memaksakan diri untuk menyenangkan orang lain atau karena alasan lain, yang akan mengakibatkan tidak bahagia maka jangan lakukan. Oleh karena itu, disarankan agar Anda menganalisa diri sendiri. Identifikasi kebutuhan dan keinginan Anda sebelum memutuskan membentuk hubungan.

    5. Saran dari teman
    Meskipun Anda yang tahu lebih banyak tentang kekuatan dan kelemahan diri, ada kalanya teman bisa menyarankan apa yang akan sesuai dan terbaik untukmu. Tumpahkan hambatan dan berbagi semua kekhawatiran dengan orang lain yang Anda percaya, kemudian dengarkan apa saran mereka.

    Terkadang jawaban mereka bisa mengejutkan Anda karena bisa saja itu benar dan belum terpikirkan. Jika Anda beruntung, mereka bahkan bisa menemukan pasangan yang mungkin cocok bagi Anda.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Zat Kimia Make-Up yang Wajib Dihindari Kulit Sensitif
    Anak Alami Kekerasan, Ini Tandanya
    Resep Brownies untuk Anda yang Anti Kuning Telur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.