Menutupi Bayi di Kereta Dorong Saat Panas Memicu Kematian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. dailyalternative.co.uk

    Ilustrasi bayi. dailyalternative.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat para ibu, hindarilah menyelimuti bayi yang berada di dalam kereta bayi, meski maksudnya untuk melindungi dari sengatan sinar matahari. Sebab, kain tipis yang biasa dijadikan selimut, seperti muslin atau kain kasa, justru bisa meningkatkan temperatur secara drastis dan menyebabkan kematian mendadak pada anak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

    Nasihat ini disampaikan oleh Svante Norgren, seorang dokter anak di rumah sakit khusus anak Astrid Lindgern di Stockholm, Swedia. Menurut para ahli di negara itu, kain kasa atau selimut yang menutupi kereta bayi bisa mengakibatkan berkurangnya sirkulasi udara dan menyebabkan bagian dalam kereta menjadi sangat panas.

    Menurut hasil penelitian di Swedia, temperatur kereta bayi yang ditutupi selimut bisa 15 derajat celcius lebih panas dibanding yang tidak tertutup. "Kondisi di dalam kereta bayi bisa luar biasa panas, seperti dalam termos. Sirkulasi udara juga jadi buruk dan tak baik menyelimuti dalam kereta dorong," kata Norgren kepada koran Svenska Dagbladet.

    Menurut Norgren, bila bayi tersebut sangat kepanasan, ia akan merasa seperti berada dalam rahim lagi sehingga bisa berhenti bernafas. SIDS juga bisa disebabkan oleh kondisi yang kelewat panas. Menghindari stres karena panas adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko SIDS.

    Karena itu, para orangtua dianjurkan untuk membiarkan wajah bayi tidak tertutup untuk melindungi mereka dari panas berlebih. Para orangtua juga diimbau untuk tidak membawa anak-anak keluar rumah saat cuaca sedang terik, yakni antara pukul 11.00-17.00.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Jangan Sepelekan Infeksi pada Diabetasi
    Pakai Bahan Wol di Iklim Tropis, Kenapa Tidak?
    Pizza Andaliman, Gaya Italia untuk Lidah Batak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.