Setop Bereksperimen dengan Penyakit!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berjerawat. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita berjerawat. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Banyak orang yang lebih memilih cara alami untuk mengobati penyakit atau luka. Padahal, bisa jadi pengobatan yang dipilih itu tak baik buat kesehatan atau bahkan berbahaya. 

    Beberapa mitos atau informasi dari mulut ke mulut telah membuat banyak orang percaya apa pun yang ada di dekat kita atau di dalam rumah bisa membantu mengatasi masalah kesehatan. Yang ada justru lebih banyak bahayanya daripada manfaat. Berikut ini beberapa di antaranya.

    1. Odol untuk jerawat
    Sebuah cara lama untuk mengobati jerawat dan membuatnya kering. Yang menjadi dasar ilmiah adalah karena odol mengandung soda kue dan membuat jerawat cepat kering. Namun menambahkan zat kimia, seperti alkohol, peroksida hidrogen, dan mentol, bisa membuat kulit iritasi dan menimbulkan reaksi buruk. Jadi sungguh dianjurkan kita mengunjungi dokter bila ada masalah jerawat dan tak usah bereksperimen.

    2. Mentega untuk kulit terbakar
    Tak perlu mencobanya. Mentega justru bisa merangsang pertumbuhan bakteri dan mempercepat infeksi pada kulit, bukan mengobatinya. Cara terbaik untuk mengobati luka bakar adalah mencuci area yang terbakar dengan air dingin dan oleskan antibiotik.

    3. Kacang untuk menggosok badan
    Jangan coba-coba menggosok badan dengan kacang-kacangan yang sudah dihaluskan atau gula karena hasilnya justru kulit yang luka, bukan halus.

    4. Telur untuk masker wajah
    Siapa bilang menggunakan telur untuk masker wajah itu baik? Bakteri salmonella pada telur justru bisa masuk ke mulut dan membuat sakit. Lagi pula, tak ada bukti ilmiah bahwa telur bisa mengencangkan kulit wajah.

    5. Jeli untuk vagina
    Menurut laporan jurnal Obstetrics & Gynecology, banyak wanita yang menggunakan jeli dari bahan bakar minyak ketimbang pelicin tradisional di kemaluan mereka. Padahal eksperimen ini justru akan meningkatkan risiko infeksi akibat bakteri di area vital tersebut karena tak ada keseimbangan kadar power of hydrogen (pH).

    INDIATIMES | PIPIT

    Berita lainnya:
    Ajari Siasat Ini Jika Anak Tersesat
    7 Hal yang Hilang Saat Bepergian
    Benarkah Orang Cerdas Tak Perlu Bergaul?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.