Berpikir Keras Selama 4 Jam Sehari Tak Baik buat Otak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bekerja. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Sebuah studi yang dilakukan peneliti di Melbourne Institute of Apploed Economy and Social Research di Australia menunjukkan bahwa mereka yang berpikir keras, dalam arti memaksa otak untuk bekerja berlebihan, berpeluang mengalami penurunan kecerdasan.

    Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang yang berpikir keras lebih dari 25 jam dalam seminggu atau sekitar empat jam sehari berpengaruh buruk bagi kecerdasan otaknya, terutama untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun. Dalam riset tersebut, para peneliti menganalisis kinerja otak dari 6.000 pekerja di Australia. Mereka diminta menjalani tes membaca, mengenali pola, dan menguji daya ingat. 

    Hasil dari tiga tes ini menunjukkan para pekerja yang berumur 20 dan 30 tahun mengalami penurunan dalam memproses informasi. Adapun mereka yang menginjak usia 40 tahun mulai berkurang kemampuan otaknya dalam tes memori dan latihan pengenalan pola.

    Usia 40 adalah titik balik bagi otak. Selain terlalu keras berpikir, fungsi otak juga dapat berkurang karena kurang tidur atau istirahat. Lagi pula, sebagian besar mereka yang berusia 40 sudah berkeluarga sehingga banyak waktu tersita untuk bekerja dan mengurus keluarga. 

    Bekerja lebih dari 25 jam sepekan bisa mengganggu ketangkasan kerja otak. Sedangkan bekerja secara berlebihan hingga berjam-jam lamanya bisa menyebabkan kelelahan atau stres, serta merusak kemampuan fungsional otak.

    Studi ini juga mencatat bahwa efek dari jam kerja yang berlebihan memberikan pengaruh yang sama kepada pria dan wanita.

    TIME | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Cara Menyatakan 'I Love You' kepada Pria
    10 Profesi dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi
    3 Penyebab Generasi Y Tak Bahagia di Tempat Kerja

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.