Sedang Tren di Negara Maju, Hamil di Atas 40 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hamil. youtube.com

    Ilustrasi hamil. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada masa lalu, kehamilan pada wanita berusia di atas 40 tahun dianggap berbahaya buat kesehatan ibu dan anak. Namun, pada zaman modern dengan teknologi kesehatan yang makin berkembang, kehamilan di usia paruh baya itu bukan lagi hal yang mengkhawatirkan.

    Usia rata-rata wanita yang melahirkan di Amerika Serikat tahun-tahun belakangan ini semakin tua, begitu juga di Inggris. Untuk pertama kali sejak baby boom pasca-Perang Dunia II (1939-1945), lebih banyak wanita Inggris berusia di atas 40 tahun yang melahirkan dibanding mereka yang berumur di bawah 20 tahun menurut Pusat Statistik Nasional (ONS) di negeri itu.

    Berdasarkan data pada 2015, ada 15,2 persen per 1.000 perempuan berumur 40 tahun ke atas yang melahirkan bayi dan hanya 14,5 persen per 1.000 perempuan berusia 20 tahun ke bawah. Pada tahun itu, terdapat 697.852 kelahiran di Inggris dan Wales.

    Usia rata-rata wanita melahirkan di kedua negeri itu adalah 30,3 tahun, dan angka tersebut sudah beranjak naik sejak 1975. Beberapa penyebabnya adalah perkembangan dalam pengobatan peningkatan kesuburan, makin tingginya pendidikan, dan perubahan dalam hal karier karena makin banyak wanita yang bekerja di luar rumah, serta semakin tingginya biaya melahirkan.

    Meski demikian, Profesor Adam Balen dari British Fertility Society tetap mengingatkan risiko melahirkan di usia yang lebih tua. Intervensi medis makin dibutuhkan bila hamil dan melahirkan di usia yang sudah tidak muda lagi.

    Tren kenaikan usia wanita hamil dan melahirkan juga naik di Amerika Serikat berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Centers for Disease Control and Prevention pada Januari 2016. Dari data tersebut ditemukan fakta bahwa wanita yang melahirkan anak pertama pada usia 35 tahun atau lebih naik 9,1 persen. Usia rata-rata perempuan yang melahirkan anak pertama juga naik dari 24,9 tahun menjadi 26,3 tahun.

    HEALTH.COM | PIPIT


    Berita lainnya:
    Sedang Memilih Calon Istri, Cek 8 Kriterianya
    Kisah Moringa, Si Pohon Mukjizat yang Makin Diburu
    7 Kebiasaan Buruk Saat Bekerja yang Bisa Menghambat Karier


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.